Page 163 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 163

HORE. 8,7 JUTA PEKERJA DI INDONESIA BAKAL TERIMA BANTUAN SUBSIDI UPAH

              Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja Indonesia.

              BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) juga kembali dipercaya sebagai penyedia data pekerja
              untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut.

              Tahun ini BSU menyasar 8.7 juta pekerja terdampak pandemi Covid-19.

              Kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16
              tahun 2021.

              Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas maksimal
              upah menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan mengacu
              pada Upah Minimum yang berlaku.

              Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJAMSOSTEK ditentukan hingga bulan Juni 2021.

              Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM
              kategori Level 3 dan 4 di seluruh Indonesia.


              Terakhir, untuk rekening bank yang bisa menerima BSU ini hanya diperkenankan menggunakan
              Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN).

              Besaran BSU tahun 2021 mencapai Rp500.000 selama 2 bulan yang diberikan sekaligus atau
              total mencapai Rp1 juta.

              Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo menyatakan, penggunaan kembali data yang
              dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan pentingnya data Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
              (Jamsostek) valid.

              Data kepesertaan BPJAMSOSTEK tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia.
              Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan selalu
              menjaga validitas datanya.

              Para pekerja juga harus selalu memastikan telah mendapat perlindungan BPJAMSOSTEK.

              "Dengan  menjadi  peserta  BPJAMSOSTEK,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
              dan cek di HRD masing-masing," kata Anggoro dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Senin
              (2/8/2021).

              Guna mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara akan
              dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.
              "Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
              Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Alamat Pemberi Kerja, Nama Ibu Kandung,
              Nomor Telepon Selular dan Alamat Email. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
              dapat berjalan lancar," jelasnya.

              Anggoro  juga  mengungkapkan  penyerahan  data  BSU  dilakukan  secara  bertahap  kepada
              Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai pelaksana teknis BSU.
              Hal ini untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya
              kesalahan distribusi BSU.



                                                           162
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168