Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 200

Corporate  Communications  Strategic  of  Lion  Air  Group  Danang  Prihantoro  mengatakan,
              kebijakan merumahkan para karyawan ini karena kondisi pendapatan perusahaan yang sangat
              minim akibat pandemi Covid-19.

              Danang  juga  mengungkapkan,  bahwa  penurunan  penumpang  yang  berdampak  terhadap
              pendapatan perusahaan juga menjadi alasan Lion Air Group merumahkan para karyawannya.

              "Maka dari itu dalam jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan
              tenaga  kerja  dengan  merumahkan  karyawan  (status  tidak  Pemutusan  Hubungan  Kerja/PHK)
              menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25-35 persen
              karyawan dari 23.000 karyawan," ucap Danang, Minggu (1/8/2021).
              Danang juga menyebutkan, bahwa Lion Air Group saat ini hanya mengoperasikan 10 persen slot
              dari total frekuensi harian dengan jumlah 1.400 penerbangan tiap harinya.

              Baca juga: Terhantam Pandemi Covid-19, Lion Air Group Rumahkan 8.000 Karyawan

              "Dengan menyusutnya frekuensi penerbangan, kondisi keuangan perusahaan sangat terpukul.
              Kondisi pendapatan perusahaan pun sangat minimal, sedangkan biaya operasional penerbangan
              yang harus ditanggung masih cukup besar," kata Danang.

              Keputusan untuk merumahkan para karyawan tersebut, lanjut Danang tentu sangatlah berat.

              Tetapi  langkah  ini  sebagai  bentuk  langkah  efektif  dan  efisien  untuk  mempertahankan  bisnis
              perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi.

              "Meski  begitu,  karyawan  yang  dalam  status  dirumahkan,  Lion  Air  Group  akan  berusaha
              membantu  memberikan  dukungan  biaya  hidup  sesuai  kemampuan  perusahaan,"  ucap
              Danang.(Tribun Network/har/wly)








































                                                           199
   195   196   197   198   199   200   201