Page 198 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 198

Danang  mengungkapkan,  penurunan  penumpang  yang  berdampak  terhadap  pendapatan
              perusahaan juga menjadi alasan Lion Air Group merumahkan para karyawannya.
              "Maka dari itu dalam jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan
              tenaga  kerja  dengan  merumahkan  karyawan  (status  tidak  Pemutusan  Hubungan  Kerja/PHK)
              menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25-35 persen
              karyawan dari 23.000 karyawan," ucap Danang akhir pekan lalu.

              Danang juga menyebutkan, bahwa Lion Air Group saat ini hanya mengoperasikan 10 persen
              slot dari total frekuensi harian dengan jumlah 1.400 penerbangan tiap harinya.

              "Dengan menyusutnya frekuensi penerbangan, kondisi keuangan perusahaan sangat terpukul.
              Kondisi pendapatan perusahaan pun sangat minimal, sedangkan biaya operasional penerbangan
              yang harus ditanggung masih cukup besar," kata Danang.

              Keputusan untuk merumahkan para karyawan tersebut, lanjut Danang, tentu sangatlah berat.
              Tetapi  langkah  ini  sebagai  bentuk  langkah  efektif  dan  efisien  untuk  mempertahankan  bisnis
              perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi.

              "Meski begitu, karyawan yang dalam status dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha
              membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan," ucap Danang.
              kbc10


















































                                                           197
   193   194   195   196   197   198   199   200   201