Page 199 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 199
Judul Lion Air Ungkap Alasannya Merumahkan 8.000 dari Total 23 Ribu
Karyawan
Nama Media tribunnews.com
Newstrend Pengurangan Pegawai Lion Air
Halaman/URL https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/08/02/lion-air-ungkap-
alasannya-merumahkan-8000-dari-total-23-ribu-karyawan
Jurnalis Hari Darmawan
Tanggal 2021-08-02 08:20:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications Strategic of Lion Air Group)
Maka dari itu dalam jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan
tenaga kerja dengan merumahkan karyawan (status tidak Pemutusan Hubungan Kerja/PHK)
menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25-35 persen
karyawan dari 23.000 karyawan
neutral - Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications Strategic of Lion Air Group)
Dengan menyusutnya frekuensi penerbangan, kondisi keuangan perusahaan sangat terpukul.
Kondisi pendapatan perusahaan pun sangat minimal, sedangkan biaya operasional penerbangan
yang harus ditanggung masih cukup besar
positive - Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications Strategic of Lion Air Group)
Meski begitu, karyawan yang dalam status dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha membantu
memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan
Ringkasan
PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air Group mengambil kebijakan untuk merumahkan 35 persen
atau sekitar 8 ribu karyawannya dari total 23 ribu karyawan. Corporate Communications Strategic
of Lion Air Group Danang Prihantoro mengatakan, kebijakan merumahkan para karyawan ini
karena kondisi pendapatan perusahaan yang sangat minim akibat pandemi Covid-19.
LION AIR UNGKAP ALASANNYA MERUMAHKAN 8.000 DARI TOTAL 23 RIBU
KARYAWAN
PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air Group mengambil kebijakan untuk merumahkan 35 persen
atau sekitar 8 ribu karyawannya dari total 23 ribu karyawan.
198

