Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 58
Pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan akan terus bersinergi dalam hal mengcover pemberian
perlindungan ketenagakerjaan kepada semua masyarakat.
Pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan saling dukung, mengingat pemkot memiliki visi misi yang
didalamnya berkaitan dengan jaminan sosial dan kesehatan. Dimana, kedepan baik GTT, PTT,
Guru TPQ, Nelayan, Petani, Pedagang/UMKM, Ketua RT/RW, serta pekerja lainya mendapatkan
jaminan sosial berupa jaminan kematian dan juga kecelakaan kerja.
Wali Kota Hadi menegaskan, kini Pemkot masih dalam proses recofusing. Namun guna
kesejahteraan warga kota, maka hal itu akan digodok kembali. "Untuk anggaran saat ini memang
ada keterbatasan. Namun karena ini berkaitan dengan jaminan masyarakat, maka bisa
diskusikan dan carikan jalan," tandasnya.
Komitmen dan semangat yang diberikan Pemkot diapresiasi Asisten Deputi Bidang Kepesertaan
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Andrey Tuamelly. Ia menegaskan, tujuan
Penadatanganan Kesepakatan Bersama Antaran Pemkot Probolinggo dengan PBJS
Ketenagakerjaan tentang dukungan terhadap kepesertaaan program BPJS Ketenagakerjaan di
Kota Probolinggo, akan semakin menjalin membangun sinergritas antar lemabaga.
Dalam acara ini, Pemkot Probolinggo bersama BPJS Ketenagakerjaan juga turut meringankan
masyarakat kota yang terdampak Covid-19 dengan memberikan bantuan beras sebanyak 2 ton.
"Ditengah pandemi ini, kami bersama Pemkot Probolinggo tetap peduli kepada warga kota
Probolinggo. Semoga hal kecil ini dapat bermanfaat," katanya.
Andrey berharap, semua pekerja di Kota Probolinggo bisa mendapatkan kesempatan untuk
mendapatkan jaminan. Apalagi preminya hanya Rp16.800 tiap orang per bulan. Jika meninggal
biasa atau meninggal dengan cara apapun, dapat santunan sampai Rp42 Juta. Tidak ada
santunan asuransi manapun yang bisa memberikan hal itu, kecuali BPJS Ketenagakerjaan.
[wap].
57

