Page 62 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 62

dipercaya sebagai penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut. Tahun ini
              BSU menyasar 8.7 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.


              PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH BAGI PEKERJA PATUH
              KEPESERTAAN JAMSOSTEK

              Mataram : Pemerintah kembali memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja
              Indonesia yang terdampak Pandemi Covid-19.
              BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) juga kembali dipercaya sebagai penyedia data pekerja
              untuk  penyaluran  BSU  tahun  2021  tersebut. Tahun  ini  BSU  menyasar  8.7  juta  pekerja  yang
              terdampak pandemi Covid-19.

              Kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16
              tahun 2021. Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara lain batas
              maksimal upah menjadi Rp3,5 juta atau jika Upah Minimum setempat lebih tinggi, maka akan
              mengacu pada Upah Minimum yang berlaku.

              Sementara untuk masa kepesertaan aktif BPJAMSOSTEK ditentukan hingga  bulan Juni 2021.
              Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM
              kategori Level 3 dan 4 di seluruh Indonesia.

              Terakhir, untuk rekening bank yang bisa menerima BSU ini hanya diperkenankan menggunakan
              Bank Himbara (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN). Besaran BSU tahun 2021
              mencapai Rp500 ribu selama 2 bulan yang diberikan sekaligus atau total mencapai Rp 1juta.

              Anggoro  Eko  Cahyo,  Direktur  Utama  BPJAMSOSTEK  dalam  siaran  persnya  senin  (2/8/2021)
              menyatakan,  penggunaan  kembali  data  yang  dikelola  institusinya  untuk  BSU,  menunjukkan
              pentingnya  data  Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan  (Jamsostek)  valid.  Data  kepesertaan
              BPJAMSOSTEK tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia. Untuk itu Anggoro
              mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan selalu menjaga validitas
              datanya.  Para  pekerja  juga  harus  selalu  memastikan  telah  mendapat  perlindungan
              BPJAMSOSTEK.

              "Dengan  menjadi  peserta  BPJAMSOSTEK,  pekerja  terlindungi  dari  risiko  kerja,  dan  juga
              mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
              dan cek di HRD masing-masing", tegas Anggoro.

              Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja yang belum memiliki rekening Bank Himbara
              akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.

              "Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
              kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
              Kependudukan (NIK), Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Alamat Pemberi Kerja, Nama Ibu Kandung,
              Nomor Telepon Selular dan Alamat Email. Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
              dapat berjalan lancar," tambah Anggoro.

              Anggoro  juga  mengungkapkan  penyerahan  data  BSU  dilakukan  secara  bertahap  kepada
              Kementerian  Ketenagakerjaan,  sebagai  pelaksana  teknis  BSU.  Hal  ini  untuk  memastikan
              penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.
              "Hari ini, BPJAMSOSTEK menyampaikan sejumlah 1 juta data peserta tahap pertama yang siap
              untuk  disalurkan  dana  BSU  oleh  Kemnaker.  Kami  harapkan  proses  penyampaian  data  dapat
              selesai  pada  Agustus  2021",  tegas  Anggoro  Pemberian  BSU  ini  sengaja  digulirkan  oleh

                                                           61
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67