Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 67
Tarkosunaryo dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mamanfaatkan webinar ini
untuk dapat lebih memahami terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial serta perlakuan
akuntansi terkait iuran BPJamsostek.
"Semua profesi pasti memiliki risiko, tidak hanya bagi profesi yang pekerjaannya di lapangan,
tetapi juga bagi pekerja kantoran seperti para akuntan. Para akuntan, baik KAP maupun
auditor/akuntannya, harus menjadi role model perlindungan jaminan sosial. Apalagi jaminan
sosial ini bersifat mandatory, jika belum jadi peserta dan belum melaporkan data dengan benar
maka belum comply dengan regulasi," kata Zainudin dalam sambutannya.
Seperti yang diketahui BPJamsostek kini memiliki lima program perlindungan yaitu Jaminan
Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian
(JKm), serta program terbaru Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Tentunya kelima program tersebut memiliki manfaat yang beragam di antaranya perawatan
tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja,
santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) sebesar 100 persen gaji selama 12 bulan
pertama, dan 50 persen untuk bulan selanjutnya hingga sembuh jika peserta dalam masa
pemulihan dan tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, serta santuan 48 kali upah terakhir
yang dilaporkan untuk peserta BPJamsostek yang meninggal karena kecelakaan kerja.
Selain itu masih ada juga manfaat berupa santunan kematian sebesar 42 juta bagi peserta yang
meninggal bukan karena kecelakaan kerja, dan beasiswa untuk dua orang anak mulai dari
jenjang pendidikan dasar (TK) hingga perguruan tinggi maksimal 174 juta. Sedangkan untuk
JKP, ada tiga manfaat yang diberikan yaitu uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan
kerja.
Zainudin juga mengajak seluruh peserta webinar untuk menjadi role model dengan memastikan
program jaminan sosial ketenagakerjaan terlaksana dengan baik di perusahaan-perusahaan
yang sedang diperiksa oleh para akuntan publik, sebab Jamsostek ini merupakan program
mandatori dari negara.
"Saya berharap dengan adanya webinar ini, semakin banyak pekerja dan pemberi kerja yang
paham dan peduli akan pentingnya perlindungan jaminan sosial karena manfaatnya yang
diberikan sangat lengkap dan berguna bagi peserta maupun keluarganya," ucap Zainudin. CM
66

