Page 149 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 149

PEMERINTAH MINTA PENGUSAHA BAYAR THR DEMI RP215 T BEREDAR DI PASAR

              Pemerintah minta pengusaha membayar THR demi ekonomi tahun ini bisa tumbuh.

              Presiden  Jokowi  meminta  pengusaha  membayar  tunjangan  hari  raya  (THR)  tahun  ini  agar
              konsumsi  masyarakat  tumbuh  positif  menjelang  Lebaran.  Hal  ini  disampaikan  oleh  Menteri
              Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto usai sidang kabinet, Rabu (7/4/2021).

              Dampak  pembayaran  THR,  ujar  Airlangga  menirukan  ucapan  Jokowi,  bisa  mengerek
              pertumbuhan  ekonomi.  Sebabnya,  menurut  perhitungan  pemerintah,  kebijakan  pembayaran
              THR mencapai Rp215 triliun. Uang ratusan triliunan ini tentu bisa beredar di pasar.

              Pengusaha perlu membayar THR karena pemerintah sudah memberikan fasilitas dan insentif
              juga mengizinkan perusahaan beraktivitas, ujar Airlangga.

              Ia mencontohkan sejumlah kebijkan itu, "Pemerintah sudah memberikan fasilitas PPnBM (pajak
              barang mewah) dan kenaikan penjualan kendaraan pada Maret sebesar 143%. Kemudian, PPN
              ditanggung  pemerintah,  mengakibatkan  kenaikan  penjualan  rumah  untuk  masyarakat
              berpenghasilan rendah pada Maret sebesar 10%, menengah 20%, dan tinggi 10%." Sementara
              untuk  sektor  hotel,  restoran,  dan  kafe,  pemerintah  memberikan  keringanan  pinjaman  kredit
              sesuai  Peraturan  Menteri  Keuangan  Nomor  32/2021.  Regulasi  ini  memberi  kelonggaran
              pembayaran pinjaman selama tiga tahun untuk pinjaman Rp5 miliar sampai Rp1 triliun, dengan
              pinjaman minimum Rp5 miliar.

              "Khusus untuk kafe dan restoran bisa menggunakan skema KUR (kredit usaha rakyat), di mana
              KUR  diusulkan  diperpanjang  3%  sampai  2021. Tentu  pemerintah  menyiapkan  subsidi bunga
              Rp8,15 triliun," tambah Airlangga.

              Selain THR, pemerintah akan menyalurkan beragam bantuan sosial. Di antaranya bantuan sosial
              kepada 20 juta penerima manfaat berupa beras 10 kg. Kemudian, penyaluran program keluarga
              harapan (PKH) kartu sembako dan bantuan langsung tunai, yang akan dicairkan lebih cepat
              selama dua bulan ke depan.

              Pemerintah juga mendorong hari belanja nasional, penerapannya pada H-10 dan H-5 Lebaran.
              Pemerintah  akan  menggelontorkan  dana  hingga  Rp500  miliar  untuk  subsidi  ongkos,  ujar
              Airlangga.

              Selain itu, subsidi bantuan sosial beras selama Ramadan membuat Bulog bisa memperoleh dana
              hingga Rp2 triliun. Dana ini akan digunakan untuk membeli gabah rakyat dari 440.000 petani,
              ditambah percepatan program perlindungan sosial Rp14,12 triliun.

              "Sehingga tentu harapannya PDB pada kuartal kedua bisa tumbuh positif," kata Airlangga.

              Selama  pandemi  COVID-19,  17,8%  perusahaan  melakukan  PHK,  25,6%  merumahkan
              pekerjanya, dan 10% melakukan keduanya, menurut survei Kementerian Ketenagakerjaan pada
              2020. Sementara jumlah pengangguran per Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang, menurut
              Badan Pusat Statistik.













                                                           148
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154