Page 200 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 200
yang harus mereka tangani, pemerintah kita desak dan di DPR pun kita desak, apalagi ada UU
baru, ini menjadi momentum penting pemerintah untuk mendesak keberpihakan tersebut
Ringkasan
Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkap dua
modus kasus kejahatan pemangsa calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara
ilegal. Akibatnya, banyak PMI yang bekerja bertahun-tahun di luar negeri tetapi tak
menghasilkan apa-apa sewaktu tiba di Tanah Air.
WASPADA! INI MODUS 'DEWA PENOLONG' MANGSA PEKERJA MIGRAN INDONESIA
Bandung - Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani
mengungkap dua modus kasus kejahatan pemangsa calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang
berangkat secara ilegal. Akibatnya, banyak PMI yang bekerja bertahun-tahun di luar negeri tetapi
tak menghasilkan apa-apa sewaktu tiba di Tanah Air.
"Ada dua kejahatan yang memangsa PMI. Kejahatan yang pertama adalah penempatan ilegal
PMI yang dilakukan oleh segelintir orang dengan modal kapital. Saya pun sudah menyampaikan
hal ini ketika bertemu dengan Panglima TNI, Kapolri, Menlu, Menaker, Menkumham, Dirjen
Imigran, bahwa kejahatan ini tak tersentuh ( untouchable ) karena didukung oleh oknum-
oknum," tutur Benny saat melakukan sosialisasi UU 18 Tahun 2017 di Gedung Sate, Kota
Bandung, Rabu (7/4/2021).
Modus kejahatan kedua, setiap PMI yang hendak berangkat ke luar negeri ditagih uang Rp 20
juta sebagai syarat keberangkatan, lalu agar bisa lolos dari pemeriksaan bandara, PMI tersebut
dimintai uang kembali Rp 3 juta.
"Rp 10 juta oleh bandar dan Rp 10 juta jadi bancakan ' hengki-pengki' aparat yang bermental
koruptif," ujar Benny.
Sementara untuk menutupi biaya tersebut, calo yang menawarkan pekerjaan ilegal ini berperan
sebagai penolong yang menutupi biaya akomodasi dan tiket keberangkatan calon PMI tersebut.
"Selain pembiayaan menuju bandara, bahkan mereka juga mengiming-iming keluarga yang
ditinggalkan diberi bekal Rp 5 juta - Rp 10 juta, mereka seperti 'dewa penolong' di tengah mimpi
para PMI. Tapi ternyata uang itu diakumulasi dengan bunga 27 hingga 30 persen," ujar Benny.
Benny pun mengatakan, bahwa uang yang diberikan oleh calo tersebut berasal dari kredit usaha
rakyat (KUR) PMI dari suatu bank pelat merah. "Uang itu dipinjam dari bank, padahal kalau dari
bank tersebut bunganya hanya enam persen, tapi ketika mereka pihak ketiga yang berwujud
koperasi simpan pinjam melambung jadi 27 hingga 30 persen bunganya," kata Benny.
Konsekuensinya, PMI tersebut tak bisa menerima gaji hingga berbulan-bulan. "Tapi misal dalam
10 bulan tak mengirimkan uang ke Indonesia, PMI mungkin merasa malu dan akhirnya dia
meminjam lagi yang pertama, dan kedua," ucap Benny.
Simak video 'Modus Dapat Bisikan Gaib, Pria di Gorontalo Tipu Warga Ratusan Juta': Menurut
Benny, selama 11 bulan menjabat sebagai Kepala B2PMI, pihaknya telah menangani 408 kasus
pengaduan PMI langsung atau dari keluarga PMI. Ratusan pengaduan tersebut telah diserahkan
ke Bareskrim Polri.
"Pengaduan BP2MI tidak boleh dipetieskan, atau lambat harus langsung diserahkan kepada
penegak hukum," katanya.
199

