Page 99 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 99

MENAKER DORONG GERAKAN NASIONAL NONDISKRIMINASI DI TEMPAT KERJA

              Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memaparkan bermacam kondisi ketimpangan
              gender yang masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia, mulai dari ketimpangan tingkat
              partisipasi angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan diskriminatif berbasis
              gender.

              Ida juga menyoroti bagaimana pandemi Covid-19 membawa tambahan beban tersendiri bagi
              pekerja perempuan.

              "Bagi  perempuan,  adanya  pandemi  memberikan  beban  tambahan,  mulai  dari  hilangnya
              pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from
              hom e, school from home, sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat
              seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global," ujar Ida Fauziyah di acara Women Lead
              Forum 2021, sebuah ajang untuk mendukung perempuan pekerja dan mendorong terciptanya
              kesetaraan gender di tempat kerja, pada 7 dan 8 April 2021.
              Dalam hal kepemimpinan perempuan, Ida menyatakan bahwa ini masih menjadi masalah yang
              perlu diselesaikan bersama. Ia mencontohkan, dari 4,1 juta Aparatur Sipil Negara (ASN), 52%
              adalah  perempuan,  namun  perempuan  yang  menduduki  jabatan  struktural  relatif  sedikit.  Di
              jabatan  tinggi  madya,  hanya  ada  96  orang  perempuan,  jauh  lebih  sedikit  dari  laki-laki  yang
              berjumlah 483 orang.

              "Hambatan (yang dihadapi pekerja perempuan) ini disebabkan oleh beban ganda, seksisme, dan
              stereotip dalam masyarakat, diskriminasi berbasis gender, hingga pelecehan seksual. Hambatan
              ini  tidak  hanya  berdampak  pada  mereka  secara  individu  dan  keluarganya,  tetapi  juga  pada
              potensi ekonomi negara dan Indeks Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia," ujar
              Ida.

              Menyikapi  berbagai  hambatan  ini,  Kementerian  Ketenagakerjaan  dikatakan  Ida  erkomitmen
              untuk terus melakukan gerakan nasional non-diskriminasi di tempat kerja. Dengan komitmen ini,
              diharapkan akan dapat menghentikan praktik-praktik ketidaksetaraan dan diskriminasi di tempat
              kerja.

              Potensi  Perempuan  Ditambahkan  Pemimpin  Redaksi  Magdalene,  Devi  Asmarani,  hambatan-
              hambatan  yang  dihadapi  pekerja  perempuan  telah  membatasi  kesempatan  mereka  dalam
              memaksimalkan potensinya. Kendati sudah ada kebijakan-kebijakan yang mendukung pekerja
              perempuan, dalam realitasnya implementasi kebijakan tersebut belum optimal.

              "Perusahaan memiliki andil besar untuk mengubah situasi ini. Karena itu Women Lead Forum
              2021 ini kami tujukan untuk menyatukan para pembuat kebijakan di pemerintahan, lembaga
              legislasi, maupun di perusahaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, agar ada
              pembelajaran dan tercipta sinergi yang kuat untuk mencapai kesetaraan gender di tempat kerja,"
              ujar Devi.

              Lebih  lanjut  Executive  Director  IBCWE,  Maya  Juwita  mengatakan,  banyak  riset  yang
              menunjukkan  adanya  korelasi  positif  antara  keragaman  gender  dan  performa  bisnis.  Salah
              satunya adalah studi Organisasi Buruh Indonesia (ILO) pada 2020 yang menunjukkan bahwa
              77% dari 416 perusahaan yang disurvei setuju bahwa keragaman gender meningkatkan kinerja
              bisnis mereka.
              "Maka sudah saatnya perusahaan menerapkan budaya inklusif gender. Acara WLF memberikan
              kesempatan bagi pekerja perempuan dan juga pelaku bisnis untuk berbagi harapan dan best
              practices dalam penerapan budaya inklusif gender di tempat kerja," ujar Maya.

              Sumber: BeritaSatu.com.
                                                           98
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104