Page 304 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2021
P. 304
Sementara itu, terkait dengan karyawan kontrak, di dalam UU Ketenagakerjaan dibatasi
maksimal hanya 3 periode kontrak dan batas maksimal waktu kontrak adalah 5 tahun. Dengan
pembatasan periode dan batas waktu kontrak ini, setelah 5 tahun kontrak, maka setelah itu
buruh dapat diangkat menjadi karyawan tetap (PKWTT) sepanjang berkinerja baik dan
dibutuhkan perusahaan.
Tetapi di dalam UU Cipta Kerja, lanjut Said Iqbal, PKWT tidak dibatasi periode dan batas
maksimal waktu kontraknya, sehingga pekerja dapat di kontrak pendek tanpa periode dan tidak
ada batas waktu atau dikontrak terus menerus. Ini yang dimaksud kontrak seumur hidup tanpa
masa depan. Dampaknya, buruh tidak ada kesempatan menjadi karyawan tetap (PKWTT),
karena dikontrak terus menerus oleh Perusahaan.
Dalam tuntutannya, buruh meminta PKWT atau karyawan kontrak harus dibatasi 3 - 7 periode
kontrak dan batas maksimal waktu kontrak adalah 5 - 7 tahun, agar karyawan kontrak bisa
punya kesempatan menjadi karyawan tetap (PKWTT) yang berkinerja baik.
"Jangka waktu kontrak tidak diatur dalam peraturan pemerintah tapi harus diatur di UU
11/2020," kata Said Iqbal.
303

