Page 313 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2021
P. 313

Hanya saja, jika pengusaha tidak mampu membayar THR pekerja secara penuh, maka sesuai
              ketentuan  pengusaha  tersebut  harus  membuat  surat  pernyataan  dan  melampirkan  laporan
              keuangan perusahaan mereka selama dua tahun belakangan untuk menjadi acuan pemerintah
              jika pengusaha tersebut memang benar tidak mampu membayar THR pekerjanya secara penuh.

              Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) NTB Yustinus Habur mengatakan, pembayaran
              THR  memang  diwajibkan,  karena  itu  merupakan  hak  dari  pekerja  yang  telah  bekerja  dan
              kewajiban  bagi  pengusaha  membayarkan.  Tetapi  melihat  situasi  sekarang  memang  belum
              banyak perusahaan yang usahanya berjalan normal.

              "Kalau  pengusaha  tidak  mampu,  maka  pengusaha  harus  membuat  surat  pernyataan
              penangguhan  bukan  tidak  bayar.  Tapi  penangguhan  dengan  catatan-catatan  laporan
              keuanganya selama dua tahun seperti apa," kata Yustinus Habur, Rabu (28/4).

              Jika laporan keuangan perusahaan selama dua tahun terus merugi, maka penangguhan diajukan
              ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker-trans) NTB. Nantinya laporan tersebut akan
              dipertimbangkan oleh Gubenur melalui dewan pengupahan Provinsi NTB, apakah disetujui atau
              tidak.

              Jadi kalau perusahaan tidak mampu, maka harus mebuat kesepakatan dengan antara pekerja
              dan pengusaha, tentu dengan aturan yang ada.
              Perusahaan harus melampirkan laporan keuangannya selama 2 tahun, sama dengan ketentuan
              penerapan UMP kalau tidak mampu melaporkan kondisi keuangannya ke dewan pengupahan.

              Ketentuan untuk perusahaan diwajibkan bayar THR Lebaran ini sesuai Surat Edaran (SE) Nomor
              M/6/HK.04/  IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  THR  Keagamaan  Tahun  2021  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan. Pada prinsipnya, aturan itu mewajibkan pengusaha memberi THR
              secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.

              Habur mengaku jika tidak ada laporan pada 2020 lalu dari anggotanya yang tidak dibayarkan
              THR oleh perusahaan tempat mereka berkerja. Semua dibayarkan meskipun hanya setengahnya
              sesuai dengan kesepa-tan kedua belah pihak.

              Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede
              Putu Aryadi mengatakan, kewajiban perusahaan untuk membayarkan THR bagi pekerja/buruh,
              namun melihat kembali kondisi dari perusahaan. Karena ada beberapa kategori perusahaan,
              sedangkan di NTB lebih banyak U M KM sementara perusahaan besar tidak banyak. Saat ini
              kondisi pengusaha juga tengah kritis.

              "Artinya  perlu  kita  lihat  kemudian  harus  mencari  solusi.  Jangan  sampai  ini  salah  persepsi.
              Memang kalau kondisinya tidak memungkinkan ada solusinya," katanya, (dev)

              caption:

              THR LEBARAN : Salah satu restoran di pusat perbelanjaan di Kota Mataram, meski di tengah
              pandemi Covid-19, tetap ramai pembeli.













                                                           312
   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318