Page 54 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 54
Hal tersebut dia sampaikan secara virtual di acara Review Kurikulum dan Silabus Politeknik
Ketenagakerjaan Tahun 2021 di Jakarta. Anwar menilai, Polteknaker harus mengembangkan
target dan tujuan ke depan.
Hal ini agar dapat mencapai tujuan institusi sebagai sebagai perguruan tinggi vokasional dalam
bidang ketenagakerjaan. Polteknaker harus mampu mewujudkan super link and match dengan
dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta menangani masalah relevansi pendidikan dengan
kebutuhan dunia kerja saat ini.
"Ke depan, Polteknaker harus memfokuskan pada bidang pendidikan, riset, kerja sama dengan
industri, lisensi produk penelitian dan PKM, serta penataan kampus yang memelihara kreativitas,"
terangnya.
Menurut Anwar, terdapat empat hal yang menjadi pedoman dasar dalam rangka akselerasi
Polteknaker untuk mewujudkan prinsip super link and match tersebut. Pertama, pengembangan
kurikulum pendidikan yang disusun dengan mempertimbangkan kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi di masyarakat. Kedua, peningkatan sarana dan prasarana sarana yang memadai
guna mendukung pelaksanaan penelitian di bidang industri.
Lalu ketiga yaitu meningkatkan kualitas tenaga pengajar agar bisa bersaing di dunia kerja. Selain
itu, dia menyebut diperlukan fleksibilitas tenaga pengajar yang sewaktu-waktu dapat ditugaskan
bekerja di bidang industri.
Selanjut yang keempat ialah perbaikan program pendidikan yang mengarah pada kebutuhan
industri demi terciptanya relevansi antara program pendidikan dengan kebutuhan industri. Anwar
berharap kemitraan Polteknaker dengan DUDI dapat terus ditingkatkan untuk menyesuaikan
perubahan paradigma pendidikan dari supply driven ke demand driven.
"Saya berharap melalui kegiatan ini, akan banyak perubahan dalam pengembangan kurikulum
dan silabus di Politeknik Ketenagakerjaan sehingga dapat sinergis dengan Dunia Usaha dan
Dunia Industri (DUDI)," pungkasnya.
53

