Page 56 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 56

Ringkasan

              "Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam
              Pidsus) Kejagung memeriksa 4 orang sebagai saksi, yang terkait dengan perkara dugaan tindak
              pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJS Ketenagakerjaan," kata
              Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer, dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).



              KEJAGUNG PERIKSA 4 SAKSI DI KASUS PENGELOLAAN INVESTASI BPJS
              KETENAGAKERJAAN

              "Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam
              Pidsus) Kejagung memeriksa 4 orang sebagai saksi, yang terkait dengan perkara dugaan tindak
              pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJS Ketenagakerjaan," kata
              Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer, dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).

              Empat saksi yang diperiksa hari ini berinisial ER, FRB, MI, dan YS. Pemeriksaan keempat saksi
              ini dilakukan guna mencari alat bukti.

              "Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang
              perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJS
              Ketenagakerjaan," ujar Leonard.

              Seperti diketahui, Kejagung telah menaikkan status kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan
              dan  dana  investasi  BPJS  Ketenagakerjaan  dari  penyelidikan  ke  penyidikan.  Sebelumnya,
              Kejagung memeriksa mantan Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Amran
              Nasution.

              "Senin 8 Maret 2021, tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak
              Pidana  Khusus  (Jampidsus)  Kejaksaan  Agung  memeriksa  1  orang  sebagai  saksi  yang  terkait
              dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi di
              BPJS Ketenagakerjaan," ucap Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam
              keterangan pers tertulis, Senin (8/3).

              "Saksi  yang  diperiksa  adalah  AN  selaku  (eks)  Direktur  Pengembangan  Investasi  BPJS
              Ketenagakerjaan," imbuhnya.

              Dalam kasus ini, Kejagung menemukan potensi kerugian Rp 20 triliun selama 3 tahun berturut-
              turut pada BPJS Ketenagakerjaan. Namun, Kejagung belum bisa memastikan apakah potensi
              kerugian Rp 20 triliun itu disebabkan perbuatan seseorang atau kerugian bisnis.

              "Kita pastikan nih kerugian ini, apakah kerugian karena perbuatan seseorang sehingga ini masuk
              dalam kualifikasi pidana atau kerugian bisnis. Tetapi kalau kerugian bisnis, apakah analisanya
              ketika dalam investasi tersebut selemah itu, sehingga dalam 3 tahun bisa rugi sampai Rp 20
              triliun  sekian.  Sekalipun  itu  masih  menurut  dari  keuangan  masih  potensi,"  kata  Direktur
              Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar
              Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/2).

              (yld/zak).









                                                           55
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61