Page 58 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 58
Secara khusus Ida menyebut penempatan PMI lewat program program Indonesia-Japan
Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW).
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat
ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai nurse dan careworker,
maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," kata Ida.
Selama 13 tahun program IJEPA berlangsung, telah ada 3.080 pekerja Indonesia yang bekerja
sebagai perawat dan perawat lansia atau careworker. Dengan 716 orang di antaranya telah
menjadi perawat dan perawat lansia bersertifikat di Jepang.
Menaker Ida juga menyatakan ketertarikan Indonesia untuk berkontribusi mengisi kebutuhan
tenaga kerja Jepang lewat program SSW. Sampai dengan akhir Desember 2020 sudah terdapat
1.514 pekerja Indonesia yang bekerja sebagai SSW.
Ida menegaskan jumlah itu masih jauh dari target pemerintah yang berkeinginan memenuhi 20
persen dari total kuota SSW untuk pekerja asing yaitu 345.000 orang.
Dia juga menyatakan pihaknya masih menunggu kembali proses dibukanya program
pemagangan ke Jepang.
Dalam kesempatan tersebut Ida juga menyatakan harapannya agar Jepang dapat kembali
membuka akses kepada PMI di masa pandemi COVID-19, memastikan pemerintah Indonesia
telah menyusun prosedur standar operasi penempatan di masa adaptasi kebiasaan baru.
Terkait pertemuan itu, Dubes Jepang Kanasugi Kenji menyambut baik keinginan pemerintah
Indonesia untuk meningkatkan kerja sama untuk PMI. Dia juga memastikan akan
mempertimbangkan lebih lanjut dan menyampaikan laporan terkait penempatan PMI kepada
pemerintah Jepang.
57

