Page 63 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 63
"Perubahan yang dilakukan dalam jangka pendek akan menciptakan efisiensi kurikulum, sumber
daya manusia, produk riset dan infrastruktur," kata Sekretaris Jenderal Kementerian
Ketengakerjaan, Anwar Sanusi, dalam sambutannya secara virtual pada acara Review Kurikulum
dan Silabus Politeknik Ketenagakerjaan Tahun 2021, di Jakarta, Rabu (24/3/2021).
Menurutnya, hal-hal yang merupakan target dan tujuan Polteknaker ke depan harus
dikembangkan untuk mencapai tujuan institusi sebagai perguruan tinggi vokasional dalam
bidang ketenagakerjaan.
"Ke depan, Polteknaker harus memfokuskan pada bidang pendidikan, riset, kerja sama dengan
industri, lisensi produk penelitian dan PKM, serta penataan kampus yang memelihara kreativitas,"
lanjut Sekjen Anwar.
Sekjen Anwar menambahkan, Polteknaker sebagai Perguruan Tinggi vokasi, harus mampu
mewujudkan super link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, serta mampu
menangani masalah relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Menurutnya, ada 4 (empat) hal yang harus menjadi pedoman dasar dalam rangka akselerasi
Polteknaker dalam mewujudkan prinsip super link and match dengan DUDI.
Pertama, pengembangan kurikulum pendidikan yang disusun dengan mempertimbangkan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di masyarakat. Kedua, peningkatan
sarana dan prasarana sarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan penelitian di bidang
industri.
Ketiga, meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang harus bisa bersaing di dunia kerja. Selain
itu perlu adanya fleksibilitas tenaga pengajar yang sewaktu-waktu dapat ditugaskan bekerja di
bidang industri.
Keempat, perbaikan program pendidikan yang mengarah pada kebutuhan industri dengan tujuan
terciptanya relevansi antara program pendidikan dengan kebutuhan industri.
Sekjen Anwar mengharapkan kemitraan Polteknaker dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri
(DUDI) harus terus ditingkatkan sebagai implementasi dari paradigma pendidikan yang bergerak
dari supply driven ke demand driven.
"Saya berharap melalui kegiatan ini, akan banyak perubahan dalam pengembangan kurikulum
dan silabus di Politeknik Ketenagakerjaan sehingga dapat sinergis dengan Dunia Usaha dan
Dunia Industri (DUDI)," katanya.
62

