Page 67 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 67

INDONESIA-JEPANG BAHAS PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN DAN PROGRAM
              PEMAGANGAN
              Pemerintah  Indonesia  dan  Pemerintah  Jepang  membahas  upaya  peningkatkan  kerja  sama
              penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  ke  Jepang  dan  program  pemagangan.  Hal  itu
              mengemuka saat Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menerima courtesy call Duta Besar
              Jepang untuk Indonesia secara virtual, Rabu (24/3/2021).

              Menaker Ida menyatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Jepang telah lama menjalin kerja
              sama yang sangat baik, khususnya dalam penempatan PMI dan pemagangan ke Jepang. "Dalam
              penempatan PMI, kerja sama kedua pemerintah telah terjalin dalam 2 program, yaitu program
              Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW),"
              kata Menaker Ida.

              Menurutnya,  untuk  kerja  sama  dalam  program  IJEPA  telah  berjalan  hampir  13  tahun.  Ia
              mencatat sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang, dan 716
              orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.

              "Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
              dan  kami  berharap  kerja  sama  penempatan  PMI  ke  Jepang  dalam  program  IJEPA  dapat
              ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
              maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," terangnya.

              Lebih lanjut dikatakan Menaker Ida, Pemerintah Indonesia juga ingin berkontribusi untuk mengisi
              kebutuhan tenaga kerja di Jepang melalui program SSW. Hal itu lantaran saat ini Jepang tengah
              mengalami ageing population dan shortage tenaga kerja, sehingga butuh banyak pekerja migran
              dari berbagai negara.

              Dalam program SSW, Pemerintah Indonesia mencatat bahwa berdasarkan data dari Kementerian
              Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW sebanyak
              1.514 orang, yang mana hanya separuh dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di Jepang.
              Jumlah  tersebut  disebutnya  masih  jauh  dari  target  Pemerintah  Indonesia  yang  berkeinginan
              untuk memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara.
              SSW sendiri membuka 14 sektor kerja seperti keperawatan, manufaktur, kontruksi bangunan,
              dan penerbangan.

              Menaker  ida  mengemukakan,  hingga  kini  pihaknya  juga  masih  menunggu  kembali  proses
              dibukanya program pemagangan. Adapun tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat
              ini, yaitu jumlah peserta magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak
              2.287  orang  (kerja  sama  IM  Japan  dengan  Kemnaker  sebanyak  88  orang  dan  Sending
              Organization sebanyak 2.199 orang).

              Ia pun berharap, Pemerintah Jepang dapat kembali membuka akses masuk bagi PMI pada masa
              pandemi  Covid-19.  Untuk  mengantisipasi  penyebaran  Covid-19,  Pemerintah  Indonesia  telah
              menyusun Standard Operating Procedure (SOP). Beberapa hal yang diatur dalam SOP tersebut
              antara  lain  PMI  yang  akan  bekerja  ke  luar  negeri  diwajibkan  mengikuti  tes  PCR,  proses
              monitoring, dan evaluasi pelaksanaan penempatan selama masa new normal.

              Duta  Besar  Jepang  untuk  Indonesia,  Kanasugi  Kenji,  menyambut  baik  keinginan  Pemerintah
              Indonesia untuk meningkatkan kerja sama penempatan PMI dengan pihaknya. Hal itu lantaran
              selama ini reputasi tenaga kerja Indonesia dinilai baik oleh masyarakat Jepang.

              Kanasugi akan mempertimbangkan lebih lanjut mengenai penempatan PMI ke depannya. Ia akan
              menyampaikan ke Pemerintah Jepang yang berada di Tokyo. "Pembahasan ini akan kami bawa
              ke Tokyo sebagai laporan," kata Kanasugi. [hhw].


                                                           66
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72