Page 69 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 69

"Perubahan yang dilakukan dalam jangka pendek akan menciptakan efisiensi kurikulum, sumber
              daya  manusia,  produk  riset  dan  infrastruktur,"  kata  Sekretaris  Jenderal  Kementerian
              Ketengakerjaan, Anwar Sanusi.

              Hal tersebut dikatakan dalam sambutannya secara virtual pada acara Review Kurikulum dan
              Silabus Politeknik Ketenagakerjaan Tahun 2021, di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

              Menurutnya,  hal-hal  yang  merupakan  target  dan  tujuan  Polteknaker  ke  depan  harus
              dikembangkan  untuk  mencapai  tujuan  institusi  sebagai  perguruan  tinggi  vokasional  dalam
              bidang ketenagakerjaan.

              "Ke depan, Polteknaker harus memfokuskan pada bidang pendidikan, riset, kerja sama dengan
              industri, lisensi produk penelitian dan PKM, serta penataan kampus yang memelihara kreativitas,"
              ucap Sekjen Anwar.

              Sekjen  Anwar  menambahkan,  Polteknaker  sebagai  Perguruan  Tinggi  vokasi,  harus  mampu
              mewujudkan  super  link  and  match  dengan  dunia  usaha  dan  dunia  industri,  serta  mampu
              menangani masalah relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

              Menurutnya, ada 4 (empat) hal yang harus menjadi pedoman dasar dalam rangka akselerasi
              Polteknaker dalam mewujudkan prinsip super link and match dengan DUDI.

              Pertama,  pengembangan  kurikulum  pendidikan  yang  disusun  dengan  mempertimbangkan
              kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di masyarakat. Kedua, peningkatan
              sarana dan prasarana sarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan penelitian di bidang
              industri.

              Ketiga, meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang harus bisa bersaing di dunia kerja. Selain
              itu perlu adanya fleksibilitas tenaga pengajar yang sewaktu-waktu dapat ditugaskan bekerja di
              bidang industri.

              Keempat, perbaikan program pendidikan yang mengarah pada kebutuhan industri dengan tujuan
              terciptanya relevansi antara program pendidikan dengan kebutuhan industri.

              Ia mengharapkan kemitraan Polteknaker dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) harus
              terus ditingkatkan sebagai implementasi dari paradigma pendidikan yang bergerak dari supply
              driven ke demand driven.

              "Saya berharap melalui kegiatan ini, akan banyak perubahan dalam pengembangan kurikulum
              dan  silabus  di  Politeknik  Ketenagakerjaan  sehingga  dapat  sinergis  dengan  Dunia  Usaha  dan
              Dunia Industri (DUDI)," katanya. CM (atk).























                                                           68
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74