Page 71 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 71
INDONESIA-JEPANG BAHAS PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN DAN PROGRAM
PEMAGANGAN
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Jepang membahas upaya peningkatkan kerja sama
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan progam pemagangan.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, pemerintah Indonesia dan Jepang telah
lama menjalin kerja sama yang sangat baik, khususnya dalam penempatan PMI dan
pemagangan ke Jepang.
"Dalam penempatan PMI, kerja sama kedua pemerintah telah terjalin dalam dua program, yaitu
program Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker
(SSW)," kata Menteri Ida menerima courtesy call Duta Besar Jepang untuk Indonesia secara
virtual, Rabu (24/3).
Menurut dia, untuk kerja sama dalam program IJEPA telah berjalan hampir 13 tahun.
Ida Fauziah mencatat sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang
dan 716 orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di
Jepang.
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat
ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," terang dia.
Dia menuturkan Pemerintah Indonesia juga ingin berkontribusi untuk mengisi kebutuhan tenaga
kerja di Jepang melalui program SSW.
Hal itu lantaran saat ini Jepang tengah mengalami ageing population dan shortage tenaga kerja,
sehingga butuh banyak pekerja migran dari berbagai negara.
Dia menyebutkan, dalam program SSW, Pemerintah Indonesia mencatat, berdasarkan data dari
Kementerian Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW
sebanyak 1.514 orang, yang mana hanya separuh dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di
Jepang.
Kendati demikian, jumlah tersebut masih jauh dari target Pemerintah Indonesia yang
berkeinginan untuk memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345 ribu tenaga kerja dari
semua negara. "SSW sendiri membuka 14 sektor kerja seperti keperawatan, manufaktur,
kontruksi bangunan, dan penerbangan," papar dia.
Ida Fauziah juga mengemukakan, hingga kini pihaknya juga masih menunggu kembali proses
dibukanya program pemagangan.
Dia menjelaskan, tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat ini, yaitu jumlah peserta
magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak 2.287 orang.
Hasil kerja sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang dan Sending Organization
sebanyak 2.199 orang.
Ida Fauziah berharap, Pemerintah Jepang dapat kembali membuka akses masuk bagi PMI pada
masa pandemi Covid-19. "Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Indonesia
telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP)," kata dia.
70

