Page 87 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 87
"Sebagian besar mereka yang berangkat secara ilegal atau tidak resmi, saat pulang ke kampung
halaman mereka tidak dibayar atau mendapat kekerasan dari majikan tempatnya bekerja," kata
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Disnakertrans Cianjur Ricky Ardhi di
Cianjur, Rabu.
TKI ilegal sangat rentan mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari majikan karena status
mereka yang dianggap sudah dibeli sehingga dapat diperlakukan sewenang-wenang dan
sebagian besar menimpa tenaga kerja wanita yang berniat untuk memperbaiki status ekonomi
keluarga.
Keberangkatan tanpa prosedur tersebut, membuat pemerintah kesulitan untuk melakukan
pendampingan terhadap TKI bersamalah itu, karena mereka tidak memiliki data resmi atau
database di pemerintahan, sehingga sebagian besar kasusnya dilimpahkan ke serikat yang dapat
membantu.
"Kita membantu dengan bersurat ke Kementerian Luar Negeri dan KBRI agar mereka yang
mendapat masalah mendapat pendampingan karena sebagian besar laporan yang masuk dari
pihak keluarga bukan dari TKI yang bersangkutan," katanya.
Selanjutnya KBRI akan membantu dengan meminta pertanggungjawaban ke pihak yang
memberangkatkan TKI ke luar negeri. Meski banyak permasalahan yang menimpa TKI asal
Cianjur, tambah dia, tidak mengurangi minat warga Cianjur untuk menjadi TKI ilegal dengan
tujuan Timur Tengah.
Untuk mencegah pemberangkatan TKI ilegal, pihaknya mewajibkan pihak perusahaan
pemberangkatan TKI untuk melapor dan memberangkatkan warga yang sudah siap serta
terdaftar di Disnakertrans Cianjur dengan negara tujuan yang tidak dimoratorium.
"Sosialisasi rutin ke setiap desa di Cianjur, kerap kita lakukan dengan melibatkan aparat desa,
agar warga paham dan tidak berangkat secara nonprosedural karena akhirnya mereka yang akan
merasakan ketika ada masalah," katanya.
Sedangkan dari puluhan TKI yang berhasil dipulangkan akan dilakukan pembinaan agar mereka
memilih untuk berwirausaha dan tidak lagi berangkat sebagai TKI ilegal."Kita berikan pembinaan
seperti berwirausaha yang sifatnya produktif," katanya.
86

