Page 96 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 96
Ringkasan
Pemerintah Indonesia akan meningkatkan jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI)
ke Jepang dan program pemagangan. Hal itu mengemuka saat Menteri Ketenagakerjaan, Ida
Fauziyah, menerima courtesy call Duta Besar Jepang untuk Indonesia secara virtual, Rabu
(24/3/2021). Ida menjelaskan, pemerintah Indonesia dan Jepang telah lama menjalin kerja sama
yang sangat baik. Khususnya dalam penempatan pekerja migran dan pemagangan ke Jepang.
MENAKER PERBANYAK PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI JEPANG,
TERUTAMA PERAWAT
Jakarta - Pemerintah Indonesia akan meningkatkan jumlah penempatan Pekerja Migran
Indonesia (PMI) ke Jepang dan program pemagangan. Hal itu mengemuka saat Menteri
Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menerima courtesy call Duta Besar Jepang untuk Indonesia
secara virtual, Rabu (24/3/2021).
Ida menjelaskan, pemerintah Indonesia dan Jepang telah lama menjalin kerja sama yang sangat
baik. Khususnya dalam penempatan pekerja migran dan pemagangan ke Jepang.
"Dalam penempatan PMI, kerja sama kedua pemerintah telah terjalin dalam 2 program, yaitu
program Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled
Worker (SSW)," kata Ida.
Menurutnya, untuk kerja sama dalam program IJEPA telah berjalan hampir 13 tahun. Dia
mencatat sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang, dan 716
orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat
ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
maupun dalam perluasan sektor penempatan pekerja migran di bawah program IJEPA,"
terangnya.
Ida menambahkan, Pemerintah Indonesia juga ingin berkontribusi untuk mengisi kebutuhan
tenaga kerja di Jepang melalui program SSW. Hal itu lantaran saat ini Jepang tengah mengalami
ageing population dan shortage tenaga kerja, sehingga butuh banyak pekerja migran dari
berbagai negara.
Dalam program SSW, Pemerintah Indonesia mencatat bahwa berdasarkan data dari Kementerian
Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW sebanyak
1.514 orang, yang mana hanya separuh dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di Jepang.
Jumlah tersebut disebutnya masih jauh dari target Pemerintah Indonesia yang berkeinginan
untuk memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara.
SSW sendiri membuka 14 sektor kerja seperti keperawatan, manufaktur, konstruksi bangunan,
dan penerbangan.
Menaker ida mengemukakan, hingga kini pihaknya juga masih menunggu kembali proses
dibukanya program pemagangan. Adapun tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat
ini, yaitu jumlah peserta magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak
2.287 orang (kerja sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang dan Sending
Organization sebanyak 2.199 orang).
95

