Page 247 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 MARET 2021
P. 247

"Program relaksasi ini sudah kami jalankan selama 6 (enam) bulan sesuai ketentuannya, untuk
              segmen pekerja informal dan jasa konstruksi sudah berakhir kemarin, yakni tanggal 31 Januari
              2021, namun untuk segmen pekerja penerima upah, relaksasi batas akhir pembayaran iuran
              bulan januari akan berakhir pada tanggal 28 Februari 2021,”kata Zainudin, Senin (1/3).

              Pandemi  Covid-19  yang  sudah  ditetapkan  statusnya  sebagai  bencana  nasional,  telah
              menimbulkan  implikasi  pada  aspek  ekonomi  dan  sosial  yang  mengakibatkan  kerugian  bagi
              perusahaan dan berpotensi terhadap ketidakmampuan perusahaan memenuhi hak pekerja atau
              buruh termasuk membayar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan.

              Hingga  akhir  masa  relaksasi,  BPJamsostek  telah  memberikan  keringanan  sebesar  Rp  3,922
              Triliun dan program relaksasi iuran ini dinikmati oleh 580.190 Pemberi Kerja atau Badan Usaha.

              Zainudin  menjelaskan  selama  masa  relaksasi,  pihaknya  telah  memberikan  keringanan  iuran
              program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan cukup membayar
              1 persen saja dari iuran yang seharusnya dibayarkan.
              Selanjutnya penundaan sebagian iuran Jaminan Pensiun sebesar 99 persen, penurunan denda
              keterlambatan pembayaran iuran menjadi 0,5 persen dan perubahan batas waktu pembayaran
              iuran.

              "Relaksasi iuran BPJamsostek ini merupakan bentuk stimulus yang diberikan pemerintah untuk
              meringankan beban para pelaku usaha atau pemberi kerja demi menjaga kelangsungan usaha
              mereka  dan  tentu  saja  tetap  menjaga  kesinambungan  perlindungan  jaminan  sosial  bagi
              pekerjanya,”jelasnya.

              Dengan berakhirnya masa relaksasi, maka mulai Maret 2021 jumlah iuran, besaran denda, dan
              batas akhir pembayaran iuran BPJamsostek akan kembali seperti semula.

              Zainudin menghimbau kepada pemberi kerja atau badan usaha yang mengajukan penundaan
              pembayaran iuran program Jaminan Pensiun untuk mulai mempersiapkan sisa pembayaran yang
              dapat dilakukan bertahap maupun sekaligus, dimulai saat ini dan paling lambat tanggal 15 Mei
              2021 hingga tanggal 15 April 2022.

              "Semoga bantuan yang diberikan pemerintah melalui program relaksasi BPJamsostek ini mampu
              mendukung  upaya  pemulihan  perkonomian  Indonesia  serta  memastikan  keberlanjutan
              perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja," ujarnya.

              Kepala Kantor BPJamsostek Medan Kota, Syahrial menambahkan, bahwa relaksasi iuran yang
              berakhir sampai dengan akhir bulan Februari lalu sangat membantu meringankan para pemberi
              kerja supaya tidak gulung tikar dan tidak memutuskan hubungan kerja para karyawannya, akibat
              terdampak pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan
              segera berakhir.

              Stimulus ini lanjutnya juga berdampak langsung terhadap jaminan dan keselamatan kerja para
              pekerja  Indonesia  sebab  dengan  tetap  dibayarkannya  (penyesuaian  iuran)  BPJamsostek  ini.
              maka para pekerj a akan tetap terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

              Syahrial  juga  menghimbau  kepada  seluruh  perusahaan  dan  badan  usaha  yang  terdaftar  di
              Cabang Medan Kota juga agar mempersiapkan iuran yang akan berlaku normal pada bulan Maret
              ini.

              "Harapannya semua pelaku usaha dan pemberi kerja dapat membayarkan iurannya tepat waktu
              guna  menghindari  denda,  kita  doakan  juga  semoga  pandemi  ini  segera  berakhir  dan
              perekonomian bangkit kembali dan bisa pulih seperti sediakala," tambahnya.(ik)


                                                           246
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252