Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 AGUSTUS 2020
P. 106
Kepastian pemberian insentif bagi kalangan guru honorer itu disampaikan Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati dalam raker bersama Komisi XI DPR RI, kemarin.
"Guru honorer dimasukkan dalam mereka yang mendapatkan manfaat ini (insentif pekerja
bergaji di bawah Rp5 juta per bulan). Bantuannya ialah sama, standar Rp600.000 per bulan
untuk empat bulan. Untuk ini dilakukan transfer langsung dalam dua kali penyaluran," ungkap
Menkeu.
Sri Mulyani menjelaskan guru honorer penerima manfaat insentif tersebut adalah mereka yang
terdata dalam BP Jamsostek maupun yang sedang dalam tahap penyempurnaan data di
Kemendikbud dan Kementerian PAN RB.
Ia menuturkan guru honorer ini masuk ke 15,7 juta penerima insentif yang akan mendapat
manfaat total senilai Rp2,4 juta per orang.
Sri Mulyani melanjutkan, insentif ini telah dikeluarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
senilai Rp37,87 triliun. "Anggaran yang disiapkan ini adalah Rp37,87 triliun dan sudah
dikeluarkan dalam dokumen anggaran atau DIPA," ujarnya.
Pada kesempatan berbeda, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dilaporkan telah
menerima 2,5 juta data calon penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU). Data tersebut
diserahkan setelah dilakukan verifi kasi dari BPJS Ketenagakerjaan.
"Hari ini kami akan serahkan data calon penerima subsidi upah dari BPJS Ketenagakerjaan
kepada Kemnaker dari data yang sekarang sudah terkumpul dari target semula 15,7 juta kita
mengumpulkan rekening dan terkumpul 13,7 juta dan masih ada 2 juta rekening yang belum
terkumpul," kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Kantor Kemnaker, kemarin.
Dari 13,7 juta, BPJS Ketenagakerjaan memvalidasi secara berlapis dan menyerahkan secara
bertahap rekening yang tervalidasi yaitu 2,5 juta nomor rekening atau data per batch ini akan
memudahkan rekonsilisasi monitoring dan prinsip kehati-hatian.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan data
sebanyak itu akan dilakukan kesusaian dan memastikan setiap calon penerima memenuhi syarat.
"Kami membutuhkan data yang disampaikan Pak Agus. Kami butuh waktu. Kami menargetkan
yang dimulai akhir bulan ini butuh 4 hari dan kehati-hatian untuk menyesuaikan data yang ada,"
ujar Ida.
Ditunda Terkait dengan penyesuaian data tersebut, Ida Fauziyah mengumumkan bahwa
pencairan program BSU bagi pekerja yang sedianya mulai hari ini ditunda. Meski tertunda, Ida
memastikan bahwa 2,5 juta pekerja akan menerima bantuan dari pemerintah yang dikirimkan
melalui rekening masing-masing.
Setelah penyesuaian dilakukan, dana BSU akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN) untuk bisa dicairkan dan disalurkan ke bank pemerintah. "Nantinya sebanyak
15,7 juta orang yang menerima BSU akan terealisasi akhir September 2020," pungkas Ida.
Tertundanya pencairan program BSU bagi pekerja yang upahnya di bawah Rp5 juta membuat
masyarakat sedikit kecewa. Salah satu penerima BSU, Fawwaz Fauzi, 24, pekerja di PT Cosl Indo
mengaku sedikit kecewa. Meski begitu, ia berharap pencairan subsidi upah tersebut segera
terlaksana.
"Iya saya baru tahu tadi (soal penundaan). Kecewa ada, tapi mau bagaimana lagi untuk validasi
data," kata Fawwaz, kemarin.
105

