Page 383 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 383

“HK akan dipekerjakan sebagai operator. Rupanya HK yang masih berusia 15 tahun tak bisa
              mengoperasikannya,”  kata  Kasat  Reskrim  Polres  Sanggau,  AKP  Tri  Prasetyo  saat  dihubungi,
              Jumat (23/7/2021).

              Tri melanjutkan, di Malaysia, HK mendapatkan tindak kekerasan dan intimidasi.

              Selain itu, majikannya di Malaysia mengirim video dan foto korban kepada keluarga dan meminta
              uang tebusan Rp 30 juta, agar korban bisa dipulangkan.

              “Uangnya tak sempat dikirim. Pihak keluarga melaporkan ke polisi, kemudian kami menghubungi
              konsulat, dan HK dipulangkan,” terang Tri.

              Sebagaimana diketahui, setelah HK dipulang, kepolisian melakukan penyidikan dan menangkap
              3 orang pelaku, masing-masing berinisial UI, NH dan MS.

              Ketiganya  ditangkap  di  tempat  berbeda.  UI  dan  NH  ditangkap  di  Kabupaten  Sambas,  MS
              ditangkap di Kota Pontianak.

              Wakapolres Sanggau, Kompol Agus Dwi Cahyono mengatakan, awal mulanya HK dibawa MS ke
              tempat penampungan di Kota Pontianak. Kemudian, memerintahkan NH untuk membawa HK
              kepada UI di Desa Sasak, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas.

              “Oleh UI, korban dioper lagi menggunakan ojek masuk ke Malaysia,” ucap Agus.
              Agus menjelaskan, pengungkapan bermula ketika orangtua korban melaporkan, bahwa anaknya
              HK mengalamai pengancaman dan tindak kekerasan di Malaysia.

              Mendapat  laporan  tersebut,  jelas  Agus,  pihaknya  berkoodinasi  dengan  Konsulat  Jenderal
              Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia untuk memulangkan HK.

              “Setelah itu, HK berhasil dipulangkan. Kemudian dilakukan penyelidikan dan menangkap ketiga
              pelaku yang memasukkan HK ke Malaysia,” ujar Agus.

              Atas  perbuatannya,  ketiga  tersangka  dijerat  dengan  Undang-undang  Nomor  35  Tahun  2014
              tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun, denda paling sedikit
              Rp 60 juta, dan atau Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak
              Pidana Perdagangan Orang, ancaman hukumannya paling singkat 3 tahun dan pidana denda
              paling sedikit Rp 120 juta.

              “Saat ini ketiganya masih dalam pemeriksaan mendalam,” ucap Agus.























                                                           382
   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388