Page 380 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 380
PERCEPAT PEN, KEMENAKER GULIRKAN 4 PROGRAM DI SEKTOR
KETENAGAKERJAAN
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memaparkan, sejak 2020, Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menggulirkan empat program sektor ketenagakerjaan
untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Pertama, kata dia, adalah program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diberikan kepada 12,2 juta
orang. Kemudian program Kartu Prakerja yang menyasar 5,5 juta orang.
"Ketiga itu program Bantuan Produktif Usaha Mikro yang mencapai 12 juta orang. Keempat
adalah program Padat Karya di kementerian atau lembaga yang menyasar 2,6 juta orang,"
teranga Ida melalui keterangan pers resmi, dikutip Kompas.com, Jumat (23/7/2021).
Ida menjelaskan, keempat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemenaker sebagai
pelaksana PEN yang selalu berupaya keras untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di
sektor ketenagakerjaan.
"Kemenaker telah banyak meluncurkan program penanganan pandemi, yakni pelatihan vokasi
dengan metode blended training yang mencapai 121.000 orang, pelatihan peningkatan
produktivitas bagi 11.000 tenaga kerja, serta kompetensi yang mencapai 750.000 orang,"
paparnya.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Program lainnya, lanjut dia, adalah jaring pengaman perluasan kesempatan
kerja, seperti program wirausaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang mencapai 322.000
orang.
Tak ketinggalan, Kemenaker juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja di
tengah pandemi dengan menempatkan 948.000 orang di dalam maupun luar negeri.
"Jika ditotal, upaya pemerintah mengatasi dampak pandemi di sektor ketenagakerjaan
jumlahnya bisa mencapai 34,6 juta. Melebihi penduduk usia kerja terdampak Covid-19 yang
menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 29,12 juta orang," terang dia.
Ida menjelaskan, pemerintah juga telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda)
dalam memberikan izin investasi. Hal ini dilakukan guna memastikan investasi dapat menyerap
tenaga kerja secara optimal.
Selain itu, langkah tersebut juga dimaksudkan agar investasi yang dilakukan bisa benar-benar
sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah.
"Serta bisa memberikan kontribusi, maksimal bagi pembangunan, termasuk salah satunya
penyerapan tenaga kerja," ujar dia.
Lebih lanjut, Ida mengatakan, pemerintah tengah pula menjalankan strategi kolaborasi lintas
sektoral dalam hal pengembangan investasi yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek-proyek
strategis nasional, utamanya dalam pelaksanaan yang melibatkan berbagai kementerian atau
lembaga.
"Misalnya program pembangunan daerah pariwisata super prioritas. Kemenaker melalui balai
latihan kerja (BLK) terlibat dalam penegmbangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang
ada," terangnya.
379

