Page 385 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 385

PEKERJA DAPAT BSU RP 1 JUTA

              Pemerintah  memastikan  akan  mengeluarkan  kebijakan  pemberian  bantuan  subsidi  upah/gaji
              (BSU) bagi pekerja/buruh di tahun 2021 ini. Bantuan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya
              pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. Besaran BSU Rp 1 juta diberikan
              sekaligus melalui transfer bank.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, kebijakan BSU dikeluarkan untuk
              mencegah  pengusaha  memutuskan  hubungan  kerja  dengan  pekerjanya,  serta  membantu
              pekerja yang dirumahkan.

              "Pemberian BSU diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan
              pekerja/ buruh. Adanya BSU juga diharapkan mampu membantu meringankan beban pengusaha
              untuk dapat mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19," kata Menaker Ida Fauziyah
              di Jakarta, Kamis (22/7).

              Dengan adanya BSU ini, Ida berharap beban perusahaan dapat berkurang sehingga pengusaha
              dan pekerja/buruh dapat terus melakukan dialog sosial bipartit guna mencari solusi bersama di
              tengah pandemi. "Melalui BSU ini, kita berharap hubungan industrial yang harmonis dan kondusif
              di perusahaan terjaga, sehingga sekali lagi, PHK dapat terhindarkan," tuturnya.

              Menaker mengungkapkan, jumlah calon penerima BSU diestimasi mencapai kurang lebih 8 juta
              orang dengan kebutuhan anggaran Rp 8 triliun. "Jumlah ini masih berupa estimasi mengingat
              proses  screening  data  yang  sesuai  dengan  kriteria  di  atas  masih  dilakukan  oleh  BPJS
              Ketenagakerjaan," imbuhnya.

              Nantinya,  BSU  akan  diatur  dalam  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  (Permenaker)  yang
              menetapkan  Pedoman  Pemberian  Bantuan  Pemerintah  Berupa  Subsidi  Gaji/Upah  Bagi
              Pekerja/Buruh Dalam Penanganan Dampak Covid-19 dan PPKM Tahun 2021.

              Adapun, kriteria kerja/ buruh yang mendapat BSU di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI),
              pekerja/buruh penerima upah, dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
              masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan.

              "BPJS  Ketenagakerjaan  dipilih  sebagai  sumber  data,  mengingat  saat  ini  data  BPJS
              Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap, sehingga akuntabel dan valid dipergunakan
              oleh Pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran," ujar
              Ida.

              Kriteria lainnya adalah pekerja/buruh calon penerima BSU berada di wilayah PPKM Level 4 sesuai
              dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2021 jo Nomor 23 Tahun 2021 tentang
              Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat  Berbasis  Mikro  dan  Mengoptimalkan  Posko
              Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

              Kriteria selanjutnya, peserta yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan upah di
              bawah  Rp  3,5  juta  sesuai  upah  terakhir  yang  dilaporkan  pemberi  kerja  kepada  BPJS
              Ketenagakerjaan. "Dalam hal pekerja bekerja di wilayah PPKM yang UMK-nya di atas Rp 3,5 juta
              maka menggunakan UMK sebagai batasan kriteria upah," ujar Ida.

              Kriteria terakhir adalah pekerja/buruh pada sektor yang terdampak PPKM antara lain industri
              barang konsumsi, perdagangan dan jasa (kecuali jasa pendidikan dan kesehatan), transportasi,
              aneka industri, serta properti dan real estate. (Sim)-d







                                                           384
   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390