Page 390 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 390

Ringkasan

              Koordinator  Advokasi  BPJS  Watch  Timboel  Siregar  menyarankan  agar  pemberian  Bantuan
              Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji diberikan kepada pekerja yang memang terdampak seperti
              pekerja  yang  terPHK,  pekerja  yang  dirumahkan  tanpa  upah  atau  pekerja  yang  dirumahkan
              dipotong upahnya. Bukan peserta yang aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.



              PENERIMA SUBSIDI GAJI DINILAI TAK TEPAT SASARAN
              Koordinator  Advokasi  BPJS  Watch  Timboel  Siregar  menyarankan  agar  pemberian  Bantuan
              Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji diberikan kepada pekerja yang memang terdampak seperti
              pekerja  yang  terPHK,  pekerja  yang  dirumahkan  tanpa  upah  atau  pekerja  yang  dirumahkan
              dipotong upahnya. Bukan peserta yang aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.
              "Menurut saya, atas rencana pemberian BSU ini, ada beberapa hal yang perlu dikritisi, yaitu
              pertama,  seharusnya  Pemerintah  memberikan  bantuan  kepada  pekerja  yang  memang
              terdampak seperti pekerja yang terPHK, pekerja yang dirumahkan tanpa upah atau pekerja yang
              dirumahkan dipotong upahnya," kata Timboel dalam tulisannya, Jumat (23/7/2021).

              Dia  menjelaskan,  jika  Pemerintah  memberikan  subsidi  gaji  Kepada  peserta  aktif  BPJS
              Ketenagakerjaan,  berarti  peserta  tersebut  masih  membayar  iuran,  dan  ini  artinya  peserta
              tersebut masih mendapatkan upah dari pengusaha.
              "Mengapa memberikan bantuan kepada yang masih menerima upah, sementara banyak pekerja
              yang diPHK, dirumahkan tanpa upah atau dipotong upahnya. Saya kira Pemerintah harus adil
              kepada pekerja yang benar-benar terdampak," tegasnya.

              Oleh karena itu, dia menyarankan lebih baik yang diberikan BSU adalah peserta yang nonaktif.
              Nonaktif berarti tidak bayar iuran lagi, yang artinya pekerja tidak mendapatkan upah lagi.

              Menurutnya,  jika  pekerja  yang  masih  mendapat  upah  diberikan  BSU  maka  dana  tersebut
              kemungkinan  disimpan  di  tabungan  sehingga  tidak  dibelanjakan.  Sementara  bila  diberikan
              kepada pekerja yang terdampak maka akan dibelanjakan.

              "Dengan  dibelanjakan  maka  akan  mendukung  konsumsi  masyarakat  secara  agregat  untuk
              mendukung pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.

              Kedua,  mengingat  masih  banyaknya  pekerja  formal  yang  belum  didaftarkan  ke  BPJS
              Ketenagakerjaan,  maka  seharusnya  Pemerintah  (pusat  dan  daerah)  bisa  melakukan  upaya
              secara proaktif menghubungi perusahaan sehingga benar-benar mendapatkan data pekerja yang
              terdampak.

              "Jadi  seluruh  pekerja,  yang  sudah  didaftarkan  ke  BPJS  Ketenagakerjaan  atau  belum,  yang
              terdampak akan mendapatkan BSU. Dengan data tersebut maka pemberian BSU bisa lebih tepat
              sasaran," ujarnya.

              Ketiga, Pemerintah juga seharusnya bisa memberitahukan kepada seluruh masyarakat pekerja
              yang memang di PHK pada masa PPKM ini, dirumahkan tanpa upah atau dipotong upahnya
              sehingga mereka bisa mendaftarkan diri sebagai penerima BSU.
              "Tentunya akan dicek kebenarannya, dan bila memang benar maka dapat menerima subsidi gaji.
              Hal ini dilakukan di Program Kartu Prakerja dengan mendaftarkan diri, yang tentunya akan dicek
              kebenarannya," katanya.

              Update Data Pekerja
                                                           389
   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395