Page 422 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 422

Angin segar akhirnya datang untuk para pekerja migran Indonesia di Malaysia. Pemerintah kedua
              negara  menyepakati  konsep  One  Channel  System  untuk  perlindungan  dan  penyederhanaan
              sistem pekerja migran indonesia di Negeri Jiran tersebut.

              Kesepakatan itu merupakan hasil pertemuan bilateral perwakilan pemerintah kedua negara pada
              Jumat  pekan  lalu,  23  Juli  2021.  Dua  delegasi  negara  bertemu  secara  virtual  dalam  rangka
              pembahasan  draf  nota  kesepahaman  atau  Memorandum  of  Understanding  (MoU)  on  the
              Recruitment and Employment of Indonesian Domestic Migrant Workers in Malaysia. Pertemuan
              juga sepakat menugaskan pejabat tinggi pemerintah kedua negara membahas lebih lanjut teknis
              One Channel System.

              "Usulan Pemerintah RI terkait konsep One Channel System dan pengklasifikasian jabatan masih
              perlu dibahas lebih teknis oleh kedua negara. Hal inilah yang mengakibatkan pembahasan draf
              pembaharuan  MoU  domestik  Indonesia  -  Malaysia  memakan  waktu  cukup  lama"  ujar  Anwar
              Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI saat memimpin delegasi Indonesia
              pada pertemuan virtual pada Jumat pekan lalu itu.

              Ide  dasar  dari  One  Channel  System  adalah  untuk  mengurangi  biaya  penempatan  dan
              menyederhanakan prosedur penempatan sesuai dengan hukum dan regulasi yang berlaku di
              kedua negara. "Hal tersebut mencakup penggunaan suatu sistem online yang menyediakan basis
              data  terkait  permintaan  pekerjaan,  pemberi  kerja,  dan  ketersediaan  tenaga  kerja  di  sektor
              domestik, "ujar Anwar Sanusi. "Indonesia dan Malaysia akan melakukan integrasi sistem IT untuk
              implementasi OCS, serta akan melakukan pertemuan teknis guna membahas proses bisnis OCS."

              Pemerintah Indonesia sejatinya sudah mengusulkan gagasan ini pada September 2016, tapi jalan
              di tempat. Presiden Joko Widodo kemudian melontarkan kembali ide tersebut saat menerima
              kunjungan  kenegaraan  Tan  Sri  Muhyiddin  Yassin,  Perdana  Menteri  Malaysia,  di  Istana
              Kepresidenan  Jakarta,  awal  Februari  2021,  Setelah  itu,  delegasi  pemerintah  kedua  negara
              menggelar pertemuan maraton membahas konsep itu.

              Adapun menyangkut lamanya pembahasan draf MoU kerja sama, menurut Anwar Sanusi, karena
              pemerintah Indonesia dan Malaysia harus membahas hati-hati hal-hal yang menjadi pending
              issues.  Selama  proses  pembahasan,  pemerintah  Indonesia  diwakili  Kementerian
              Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, Perwakilan RI, Badan Perlindungan Pekerja Migran
              Indonesia (BP2MI). Adapun pemerintah Malaysia diwakili Kementerian Sumber Daya Manusia
              dan Kementerian Luar Negeri.

              Selain konsep One Channel System (OCS), Ada enam poin penting lain yang dibahas pemerintah
              kedua negara dalam pertemuan bilateral Indonesia dan Malaysia. Pertama mengenai konsep
              One Maid One Task. Dalam konsep ini, Malaysia mengusulkan agar satu orang pekerja migran
              Indonesia domestik akan bekerja pada satu keluarga dengan jumlah anggota keluarga maksimal
              enam orang. "Deskripsi pekerjaan pekerja migran Indonesia tersebut akan tertera secara rinci
              dalam dokumen perjanjian kerja, "ujar Anwar, Poin pembahasan kedua menyangkut standar
              minimum  gaji  bagi  pekerja  migran  Indonesia  sektor  domestik  di  Malaysia,  Indonesia
              mengusulkan agar standar minimum gaji bagi PMI sebesar RM 1,500.

              Pembahasan ketiga soal asuransi bagi pekerja migran Indonesia sektor domestik di Malaysia.
              Malaysia telah mengamandemen  aturan  terkait asuransi sehingga kepesertaan asuransi juga
              mencakup pekerja migran sektor domestik. Adapun yang kelima mengenai perpanjangan izin
              kerja dan kontrak kerja. Malaysia saat ini memiliki program Rekalibrasi sehingga pemberi kerja
              bisa  mendaftarkan  pekerja  migrannya  yang  berstatus  ilegal  untuk  memperoleh  izin  kerja,
              sehingga mereka dapat berubah status menjadi pekerja legal.
              Poin  kelima  adalah  pembahasan  pemeriksaan.  Pemerintah  Indonesia  mengusulkan  agar
              pemeriksaan kesehatan dilakukan hanya satu kali, yaitu sebelum keberangkatan ke Malaysia

                                                           421
   417   418   419   420   421   422   423   424   425   426   427