Page 425 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 425

BANTUAN UPAH KORBAN WABAH

              Guna  meringankan  pekerja  yang  terimbas  pandemi  Covid-19,  pemerintah  akan  kembali
              mengucurkan bantuan subsidi upah atau BSU. Pemerintah berharap bantuan ini dapat mencegah
              terjadinya  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK)  di  sektor  usaha  swasta  dan  juga  membantu
              ekonomi para pekerja dan buruh yang di rumahkan atau mereka yang gajinya dipotong karena
              pembatasan jam kerja atau kebijakan perusahaan karena imbas pandemi.

              "Upaya  ini  tidak  lain  agar  tingkat  pengangguran  dan  kemiskinan  akibat  pandemi  dapat  kita
              tekan," kata Menteri Ketenagakerjaan Ri Ida Fauziyah di Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021. Saat ini,
              Kementerian  Ketenagakerjaan  masih  terus  mematangkan  kebijakan  penyaluran  bantuan
              pemerintah berupa subsidi gaji atau upah bagi pekerja dan buruh atau bantuan subsidi upah
              (BSU) bagi pekerja dan buruh pada tahun 2021 ini.

              Kebijakan ini merupakan upaya membantu meringankan sektor ketenagakerjaan akibat dampak
              buruk pandemi COVID-19 di gelombang kedua, khususnya di masa Pemberlakuan Pembatasan
              Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM level 4 yang berlaku 3-25 Juli 2021. Kementerian
              Ketenagakerjaan mengumumkan kebijakan bantuan subsidi upah (BSU) pada Rabu, 21 Juli 2021.

              Pemerintah akan menggelontorkan bantuan sebesar Rp 1 juta kepada pekerja yang terimbas
              PPKM  Darurat  atau  PPKM  Level  4 di  masa pandemi  Covid-19.  Adapun penerima  subsidi  gaji
              merupakan peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah
              di  bawah  Rp  3,5  juta,  sesuai  upah  terakhir  yang  diberikan  pemberi  kerja  kepada  BPJS
              ketenagakerjaan. Bila pekerja di wilayah PPKM besar upah minimum kabupaten

              Selain itu, peserta yang berhak menerima subsidi gaji adalah yang memiliki rekening bank yang
              aktif. "Dan kami mengusulkan hanya diberikan kepada pekerja yang berada di level 4 sesuai
              dengan instruksi Menteri Dalam Negeri," ujar Menteri Ida Fauziyah. Pekerja atau buruh yang
              memperoleh  subsidi  upah  adalah  warga  negara  Indonesia  yang  memiliki  nomor  induk
              kependudukan (NIK) dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang aktif di
              BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan per Juni 2021.
              Pemerintah  juga  menetapkan  hanya  pekerja  di  sektor  yang  terdampak  PPKM  yang  akan
              memperoleh  subsidi  upah.  Sejumlah  sektor  itu  antara  lain  industri  barang  konsumsi,
              perdagangan dan jasa kecuali pendidikan dan kesehatan, transportasi, aneka industri properti
              dan  real  estate.  Bantuan  pemerintah  berupa  subsidi  gaji  itu,  disalurkan  oleh  bank  penyalur
              kepada rekening penerima bantuan pemerintah, melalui bank-bank BUMN yang dihimpun dari
              Himpunan  Bank  Milik  Negara  atau  Himbara.  Pemerintah  membidik  sebanyak  8  juta  pekerja
              sebagai  target  penerima  bantuan  subsidi  upah  tersebut.  Dengan  begitu,  anggaran  yang
              dibutuhkan sebesar Rp 8 triliun.

              Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional, Kementerian Ketenagakerjaan semenjak
              tahun  2020  lalu  telah  menggulirkan  empat  program  yang  menyentuh  langsung  sektor
              ketenagakerjaan di Indonesia. Program pertama adalah bantuan subsidi upah atau BSU yang
              telah diberikan kepada Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan RI 12,2 juta orang. Kedua adalah
              program kartu prakerja yang menyasar pada 5,5 juta orang. Sedangkan yang ketiga merupakan
              program bantuan produktif usaha mikro yang mencapai 12 juta sasaran. Adapun yang keempat
              adalah berbagai program padat karya di kementerian atau lembaga yang menyasar 2,6 juta
              orang.

              "Keempat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai
              salah satu pelaksana program pemulihan ekonomi nasional atau PEN yang terus berupaya keras
              menanggulangi  dampak  pandemi  GOVID-19  di  sektor  ketenagakerjaan,"  kata  Menteri  Ida
              Fauziyah.


                                                           424
   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430