Page 426 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 426
Kementerian Ketenagakerjaan RI juga meluncurkan sejumlah program lain dalam penanganan
dampak COVID-19 pada tahun 2020. Beberapa program itu antara lain berupa pelatihan vokasi
dengan metode blended training yang mencapai 121 ribu orang, pelatihan peningkatan
produktivitas bagi 11 ribu tenaga kerja, serta sertifikasi kompetensi yang mencapai hampir 750
ribu orang.
Program lainnya meliputi jaring pengaman perluasan kesempatan kerja seperti program wira
usaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang total mencapai 322 ribu orang. Bukan hanya itu,
Kementerian Ketenagaan juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja di
tengah pandemi, dengan berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja di dalam maupun di luar
negeri.
"Jika kita total upaya pemerintah memitigasi dampak pandemi di sektor ketenagakerjaan tadi
jumlahnya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja terdampak COVID-19,
yang menurut survei BPS mencapai 29,12 juta orang," kata Menteri Ida Fauziyah.
Guna memastikan investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal, Kementerian
Ketenagakerjaan juga telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan hal
pemberian perizinan. Langkah ini diperlukan agar investasi yang bisa dilakukan benar-benar
sesuai kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah, serta bisa memberikan
kontribusi maksimal bagi pembangunan termasuk, dalam hal penyerapan tenaga kerja.
"Pemerintah juga menjalankan strategi kolaborasi lintas sektoral dalam hal pengembangan
investasi yaitu dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang dalam pelaksanaannya
melibatkan berbagai kementerian atau lembaga negara," ujar Menteri Ida Fauziyah, "Misalnya,
program pengembangan daerah pariwisata Super prioritas, Kementerian Ketenagakerjaan
melalui BLK (Balai Latihan Kerja) ikut terlibat dalam pengembangan kualitas SDM pekerja yang
ada."
INFORIAL
425

