Page 453 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 453

BP Jamsostek yang berhak menerima BSU," kata Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko
              Cahyo, Minggu (25/7/2021).
              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan, BSU kembali digulirkan senilai
              Rp 1 juta per pekerja, uang akan ditransfer langsung ke bank. Berbeda dengan tahun lalu, BSU
              kali ini menyasar pekerja yang memiliki upah kurang dari Rp 3,5 juta.

              Digulirkannya kembali BSU merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pengusaha dan
              pekerja di masa sulit saat pandemi Covid-19. Penyaluran BSU bertujuan mencegah pengusaha
              melakukan PHK kepada karyawannya. Namun, kini, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan
              skema dan kriteria BSU masih dibahas.

              Anggoro menjelaskan kriteria dan syarat penerima BSU yang masih menunggu penerapannya
              itu terkait soal kelompok segmen pekerja, tanggal kepesertaan aktif, besaran upah maksimum,
              kategori jenis industri, dan wilayah terdampak.

              Pengalaman BP Jamsostek menyalurkan BSU pada tahun 2020 sangat membantu dalam upaya
              penyajian data calon penerima BSU tahun 2021. Pada 2020, BSU tersalurkan pada 12,4 juta
              pekerja dari 413.000 perusahaan.

              Anggoro menambahkan, perusahaan atau pemberi kerja harus memastikan hak pekerja terdaftar
              sebagai  peserta  BP  Jamsostek  telah  terpenuhi.  Soalnya,  perlindungan  BP  Jamsostek  sangat
              berarti di masa pandemi. Bahkan, data kepesertaan di BP Jamsostek juga yang menjadi acuan
              pemerintah dalam penyaluran BSU.

              "Jadi,  pastikan  kepesertaan  pada  BP  Jamsostek  tertib.  Perusahaan  harus  memastikan
              perlindungan pada pekerjanya," katanya.

              Sementara itu, Kepala BP Jamsostek Cabang Bekasi Kota, Kunto Wibowo menambahkan, pada
              pencairan BSU tahun 2020, pihaknya menyalurkan bantuan kepada 238.744 pekerja. "Data yang
              kami laporkan untuk menerima bantuan 240.829 pekerja dari 4.464 perusahaan. Namun, karena
              ada yang gagal divalidasi, 2.085 pekerja batal menerima BSU," katanya. (Riesty Yusnila-ningsili,
              Yulistyne Kasumaningrum)###




































                                                           452
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458