Page 523 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 523

TKW itu diketahui bersama Masripah, warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten
              Indramayu .
              Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, hal tersebut sesuai dengan permintaan
              pihak keluarga yang mengadu ke SBMI.

              Terlebih,  Masripah  diduga  diberangkatkan  secara  unprosedural  ke  negara  timur  tengah  dan
              ketika  Indonesia  tengah  memberlakukan  Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat
              (PPKM), ia diberangkatkan pada 10 Juli 2021 kemarin.

              "Kita akan memperjuangkan itu dan meminta pertanggungjawabkan dari pihak perekrut," ujar
              dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (25/7/2021).

              Dalam  hal  ini,  SBMI  Indramayu  pun  sudah  berkirim  surat  kepada  Kedutaan  Besar  Republik
              Indonesia (KBRI) Turki dan sudah direspon.
              Hanya saja, KBRI Turki baru menyampaikan kondisi Masripah yang saat ini masih berada di
              ruang pendingin rumah sakit.

              Belum ada informasi lebih lanjut yang diterima SBMI dari KBRI Turki .

              Ia juga tidak memungkiri, meninggal dunianya Masripah karena Covid-19, kemungkinan besar
              akan sulit untuk dipulangkan.
              Hanya saja, SBMI akan mencoba agar jenazah dapat dikebumikan di kampung halaman.

              Di Turki sendiri, diketahui, Masripah baru bekerja selama 1 hari hingga akhirnya dinyatakan
              meninggal dunia.

              Juwarih juga membantah kabar Masripah meninggal karena santet seperti yang disampaikan
              pihak sponsor saat mengabarkan berita duka kepada keluarga.
              Masripah dipastikan meninggal karena Covid-19 setelah dikeluarkannya bukti keterangan dari
              rumah sakit.

              Kepastian tersebut, SBMI dapat setelah mengkonfirmasi perihal meninggalnya Masripah kepada
              pihak KBRI di Turki .

              "Tidak (Santet), itu cuma alasan dari sponsor saja, penyebab pastinya karena Covid-19," ujar
              dia.



























                                                           522
   518   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528