Page 528 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 528

Judul               Baru 1 Hari Bekerja di Turki, TKW Indramayu Ini Meninggal Dunia,
                                    SBMI Ungkap Kronologi Lengkapnya
                Nama Media          jabar.tribunnews.com
                Newstrend           Kasus Positif COVID-19
                Halaman/URL         https://jabar.tribunnews.com/2021/07/25/baru-1-hari-bekerja-di-turki-
                                    tkw-indramayu-ini-meninggal-dunia-sbmi-ungkap-kronologi-lengkapnya
                Jurnalis            Handhika Rahman
                Tanggal             2021-07-25 16:21:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen Binapenta
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Narasumber

              negative - Juwarih (Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu) Tidak (Santet),
              itu cuma alasan dari sponsor saja, penyebab pastinya karena Covid-19

              negative - Juwarih (Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu) Itulah hebatnya
              perekrut di saat kaya gini, berani memberangkatkan, Ini jelas unprosedural, ke timur tengah
              juga kan ditutup
              negative - Juwarih (Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu) Suaminya dia
              mengadu awalnya dia gak tahu istrinya itu kena Covid-19 dan tuntutan dari keluarga meminta
              agar jenazahnya dipulangkan, kedua pihak perekrut atau sponsor ini harus bertanggungjawab



              Ringkasan
              Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW Asal Kabupaten Indramayu, Masripah (36) meninggal
              dunia  di  Istanbul,  Turki.  Padahal  di  Turki,  warga  Desa  Sukamulya,  Kecamatan  Tukdana,
              Kabupaten Indramayu itu baru bekerja selama 1 hari. Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia
              (SBMI)  Cabang  Indramayu  pun  menceritakan  kronologi  meninggalnya  Masripah.  Ia  juga
              membantah kabar Masripah meninggal karena Santet seperti yang disampaikan pihak sponsor
              saat mengabarkan berita duka kepada keluarga. Masripah dipastikan meninggal karena Covid-
              19 setelah dikeluarkannya bukti keterangan dari rumah sakit. Kepastian tersebut, SBMI dapat
              setelah mengkonfirmasi perihal meninggalnya Masripah kepada pihak Kedutaan Besar Republik
              Indonesia (KBRI) di Turki.











                                                           527
   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533