Page 532 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 532

BPJAMSOSTEK sebagai pihak pertama dalam PKS ini memiliki hak dan kewajiban yang mengikat
              untuk berlangsungnya layanan yang optimal kepada peserta, begitu pula dengan BPJS Kesehatan
              selaku pihak kedua.

              Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo dalam sambutannya mengatakan, dengan
              integrasi data kepesertaan dua lembaga BPJS ini, masyarakat akan lebih diuntungkan karena
              layanan dapat lebih optimal.

              "Sebagai  informasi,  basis  data  yang  digunakan  kedua  lembaga  dalam  memberikan  layanan
              kepada  masyarakat  adalah  melalui  Nomor  Induk  Kependudukan  (NIK)  yang  dimiliki  seluruh
              rakyat Indonesia," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Minggu (25/7/2021).

              NIK ini didapat dengan mengakses langsung data yang dimiliki oleh Adminduk untuk kepentingan
              administrasi kepesertaan kedua lembaga BPJS.

              "Masyarakat  tidak  perlu  khawatir  terkait  penggunaan  data  NIK  karena  transaksi  data  yang
              dilakukan  ini  dijamin  keamanannya  telah  memenuhi  standar  keamanan  teknologi  informasi
              sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," ucapnya.

              Sejalan dengan itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti berharap, perjanjian kerja
              sama  ini  dapat  mengakomodir  kebutuhan  peserta  sehingga  program  jaminan  sosial  dapat
              berjalan dengan optimal.

              "Penyelanggaran jaminan sosial yang adequate dan berkelanjutan merupakan salah satu pilar
              kesejahteraan  bangsa  dan  negara,  untuk  itu dalam  mendukung  serta meningkatkan  kualitas
              penyelenggaraan program jaminan sosial, maka diperlukan sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan
              dan BPJS Kesehatan, terutama terkait integrasi data kepesertaan yang dimiliki masing-masing,"
              jelas Ghufron.

              Ia menambahkan, integrasi data yang dilakukan ini merupakan wujud dukungan penuh BPJS
              Kesehatan  terhadap  program  strategis  pemerintah  sebagaimana  yang  diamanatkan  dalam
              penyelenggaraan program JKP.

              Dengan  dilakukannya  pertukaran,  pemanfaatan  dan  integrasi  data  kepesertaan  Program
              Jaminan Sosial, diharapkan ke depannya dapat tercipta Data Terpadu Jaminan Sosial.

              "Dengan  adanya  integrasi  data  ini,  kami  berharap  proporsi  penduduk  yang  tercakup  dalam
              program jaminan sosial dapat segera terwujud sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka
              Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 yaitu 98%," ujar Ghufron.

              Menutup acara penandatanganan kerja sama ini, Anggoro kembali mengatakan sinergi ini akan
              saling mengoptimalkan peran dan fungsi masing-masing.

              "Semoga  dengan  adanya  kerja  sama  ini,  kedua  lembaga  BPJS  bisa  memiliki  data  yang
              terintegrasi atau terpadu untuk memberikan kemudahan layanan sebagai wujud hadirnya negara
              dalam jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Anggoro.

              Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Toto Suharto
              mengatakan, sinergitas 'duo' BPJS ini semata untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

              Oleh  karenanya,  ia  mengimbau  masyarakat  segera  bergabung  dalam  kepesertaan
              BPJAMSOSTEK.

              "Melalui PKS diantara BPJAMSOSTEK dan BPJS Kesehatan menunjukkan komitmen negara dalam
              optimalisasi layanan program jaminan sosial bagi tenaga kerja," bebernya.



                                                           531
   527   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537