Page 589 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 589

"Subsidi tersebut sangat kurang dan tidak akan banyak menolong para pelaku usaha," katanya,
              Jumat (23/7).
              Kalau  mau  membantu  meringankan  beban  pengusaha,  lanjut  Alphonzus,  Pemerintah
              memberikan subsidi gaji karyawan sebesar 50 persen.

              Bos  Agung  Sedayu  Grup  ini  mencontohkan,  misalnya  gaji  pegawai  Rp  3  juta  per  bulan,
              pemerintah  membantu  50  persen  atau  Rp  1,5  juta  yang  disalurkan  melalui  BPJS
              Ketenagakerjaan. Jadi, pengusaha hanya tinggal membayar Rp 1,5 juta saja.

              "Pekerja akan menerima upah secara utuh, di sisi lain pengusaha pusat perbelanjaan terbantu
              dengan subsidi tersebut," ujarnya.

              Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan untuk mengurangi potensi Pemutusan Hubungan Kerja
              (PHK). "Di tahun 2021 ini, pengelola pusat perbelanjaan dalam kondisi yang sudah tidak memiliki
              dana cadangan lagi. Ini bahaya kalau tidak diantisipasi," ucapnya.

              Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Hariyadi  Sukamdani  usul  agar bantuan
              subsidi upah masuk ke dalam komponen gaji. Jadi, tidak hanya bermanfaat bagi pekerja, tapi
              juga perusahaan.

              Menurut Hariyadi, penyaluran secara terpisah seperti yang dilakukan tahun lalu tidak membantu
              perusahaan  yang  terdampak  akibat  Covid-19.  Karena,  subsidi  upah  yang  disalurkan  tidak
              mengurangi beban perusahaan dalam membayar upah pekerja.
              Hariyadi  mengaku,  sudah  menyampaikan  usulan  ini  kepada  Kementerian  Ketenagakerjaan
              (Kemnaker).

              Bos Sahid Grup ini menilai, ada kemungkinan penyaluran tidak tepat sasaran dengan menjadikan
              batas upah senilai Rp 3,5 juta sebagai parameter oleh Pemerintah. Menurutnya, ukuran tersebut
              relatif  kecil.  Karena,  data  yang  dikumpulkan dari  BPJS Ketenagakerjaan bisa dikatakan  tidak
              valid.

              Wakil  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  Indonesia  Bidang  Ketenagakerjaan  Adi  Mahfudz
              Wuhadji  menilai,  perlu  dilakukan  sinkronisasi  data  dan  dilakukan  verifikasi  untuk  menjamin
              penyalurannya tepat sasaran.

              "Jika penyaluran cuma dipatok Rp 3,5 juta berdasarkan gaji, saya yakin nanti tidak tepat sasaran.
              Seharusnya  data  itu  cukup  disinkronisasi  antara  satu  stakeholder  dengan  yang  lain  untuk
              diverifikasi sehingga bisa tepat sasaran," katanya. kpj

























                                                           588
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594