Page 591 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 591
Judul Tepok Jidat! Pekerja Migran Indonesia Ramai-Ramai Dideportasi dari
Malaysia!
Nama Media wartaekonomi.co.id
Newstrend Pemulangan PMI Malaysia
Halaman/URL https://www.wartaekonomi.co.id/read352101/tepok-jidat-pekerja-
migran-indonesia-ramai-ramai-dideportasi-dari-malaysia
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-07-25 05:01:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) Ya, mereka ini dideportasi dari Malaysia dengan
masalah klasik, yakni usai berangkat secara unprosedural, undocumented, dan mereka dirazia
oleh penegak hukum Malaysia, hingga masih detensi dan akhirnya dikembalikan ke tanah air
positive - Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) Mereka tiba di tanah air pun dengan prosedur yang
ketat. Dan nantinya akan melakukan isolasi mandiri selama delapan hari di Wisma Atlet Jakarta
positive - Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) Kita pulangkan secara bertahap, di mana
diprioritaskan kepada ibu hamil, ibu dan anak, atau mereka yang sakit sehingga harus
mendapatkan perawatan oleh pemerintah Indonesia. Dan untuk pemulangan ini, semua
ditanggung oleh BP2MI
Ringkasan
Sebanyak 63 pekerja migran Indonesia ( PMI ) tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta,
Tangerang, Sabtu, 24 Juli 2021. Puluhan PMI itu dideportasi dari Negeri Jiran Malaysia usai
melakukan keberangkat secara ilegal. Pemulangan PMI di tengah aturan Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) berlevel ini juga dilakukan secara ketat terutama
tentang dokumentasi kesehatan para pekerja.
TEPOK JIDAT! PEKERJA MIGRAN INDONESIA RAMAI-RAMAI DIDEPORTASI DARI
MALAYSIA!
Sebanyak 63 pekerja migran Indonesia ( PMI ) tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta,
Tangerang, Sabtu, 24 Juli 2021. Puluhan PMI itu dideportasi dari Negeri Jiran Malaysia usai
melakukan keberangkat secara ilegal.
"Ya, mereka ini dideportasi dari Malaysia dengan masalah klasik, yakni usai berangkat secara
unprosedural, undocumented, dan mereka dirazia oleh penegak hukum Malaysia, hingga masih
590

