Page 481 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 OKTOBER 2021
P. 481
TEMUI DUBES KOREA, MENAKER UPAYAKAN PENEMPATAN PMI
Pemerintah Indonesia terus berupaya membuka kembali penempatan pekerja migran Indonesia
(PMI) ke Republik Korea. Adapun kunci dari pembukaan kembali penempatan tersebut adalah
pengendalian kasus penularan Covid-19, baik di Indonesia maupun di Korea.
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Korea di Indonesia, Park Tae-Sung pada Kamis, 30
September 2021, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan Indonesia berpeluang
menempatkan kembali PMI ke Korea. Hal ini menyusul dikeluarkannya surat dari Minister of
Employment and Labour (MoEL) of Republic of Korea pada September 2021.
Surat tersebut memuat peluang untuk menempatkan PMI melalui skema Employment Permit
System (EPS) pada industri manufaktur. Total kuota mencapai 2.139 orang. "Mewakili
Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada
Pemerintah Korea, atas kerja sama yang terjalin baik selama ini, khususnya di bidang
penempatan dan pelindungan PMI secara G to G melalui EPS sejak 2008," kata Ida.
Ida mengatakan, upaya penempatan kembali PMI ke Korea telah dimulai sejak Juli 2021. Pada
kurun waktu tersebut, pihaknya telah mengirimkan surat kepada MoEL untuk dapat
mempertimbangkan pembukaan kembali penempatan PMI. Permohonan ini mempertimbangkan
penurunan positivity rate Covid-19 di Indonesia.
Namun, pada bulan yang sama, angka positivity rate melonjak. Alhasil Pemerintah Korea
memberlakukan kembali kebijakan selektif terhadap kedatangan WNA ke wilayahnya. "Pada awal
bulan September, kami telah menerima surat dari MoEL atas kuota penempatan sebanyak 2.139
orang pada 2021. Sekali lagi terima kasih kepada Korea yang telah memberikan kesempatan
penempatan ini. Ini menunjukkan ada demand dari Pemerintah Korea dan Indonesia pun
memiliki supply PMI untuk dapat ditempatkan di Korea," ujar Ida.
Ida mengungkapkan, Korea menjadi salah satu negara tujuan penempatan favorit para PMI.
Data penempatan PMI menunjukkan, jumlah peminat setiap tahun lebih dari 10 ribu orang PMI.
Pada 2019, terdapat 9.946 PMI yang lulus. Setahun berikutnya turun menjadi 2.422 orang PMI
dan kembali menurun menjadi 2.290 pada tahun 2021.
Dalam penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia juga telah melakukan tindakan
preventif berupa prosedur penempatan PMI di era adaptasi kebiasaan baru, di antaranya
melakukan tes PCR sebelum keberangkatan dan melakukan vaksinasi. "Jenis vaksinasi yang
digunakan antara lain, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer," kata Ida.
Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia sangat rendah. Indonesia pun didapuk jadi negara
terbaik kedua di Asia Tenggara dalam hal penanganan pandemi. Untuk itu, seharusnya
Pemerintah Korea dapat mengizinkan PMI kembali bekerja di Korea. "Pemerintah Indonesia akan
terus berupaya keras terus menurunkan jumlah positivity rate Covid-19," ujar Ida.(*)
480

