Page 333 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 333
Ringkasan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir
Effendy menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan untuk mengganti dua hari libur nasional
dan meniadakan cuti bersama Natal 2021. Hal tersebut menjadi keputusan yang diambil
pemerintah menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia beberapa hari terakhir. Lonjakan
kasus itu menandakan situasi Covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya membaik.
LANGKAH PEMERINTAH CEGAH PANDEMI MEMBURUK: HAPUS CUTI BERSAMA
NATAL 2021 HINGGA TIADAKAN HAK CUTI ASN
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir
Effendy menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan untuk mengganti dua hari libur nasional
dan meniadakan cuti bersama Natal 2021.
Hal tersebut menjadi keputusan yang diambil pemerintah menyusul lonjakan kasus Covid-19 di
Indonesia beberapa hari terakhir.
Lonjakan kasus itu menandakan situasi Covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya membaik.
Keputusan yang diambil pada Jumat (18/6/2021), terjadi satu hari setelah Ketua Bidang
Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi
mengungkapkan kemungkinan pihaknya mempertimbangkan usulan peniadaan libur panjang.
Meniadakan libur panjang dipertimbangkan agar tak terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19.
Diketahui, setiap libur panjang selesai, tren kenaikan kasus Covid-19 selalu terjadi.
Pemerintah juga memutuskan meniadakan sementara, hak cuti perorangan untuk aparatur sipil
negara (ASN).
Keputusan itu diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi,
Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo pada hari yang sama, Jumat.
Tak sampai di situ, pemerintah juga akan menindaklanjuti keputusan peniadaan cuti bersama
Natal 2021 dan penggantian dua hari libur nasional dengan cara mengirimkan surat edaran (SE)
kepada perusahaan terkait dua hal tersebut.
Kali ini, menjadi tugas dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah untuk menyampaikan perihal
SE tersebut kepada perusahaan melalui gubernur, bupati, dan wali kota.
Wacana hapus libur panjang Lonjakan kasus Covid-19 nyatanya selalu terjadi pasca libur
panjang. Terkini dan yang sedang dirasakan bersama adalah lonjakan kasus pascalibur Lebaran
2021.
Satgas Penanganan Covid-19 menyadari hal itu sebagai ancaman. Sebab, kondisi lonjakan kasus
Covid-19 juga terjadi pada libur panjang Lebaran tahun 2020.
Atas dasar itu, Satgas Covid-19 mempertimbangkan untuk mengusulkan peniadaan libur panjang
agar tak terjadi lonjakan kasus kembali.
"Jadi selama libur panjang, akan seperti itu. Jadi kami memang sedang mempertimbangkan agar
sebaiknya kita tidak ada lagi libur panjang, karena begitu ada libur panjang selalu diikuti oleh
332

