Page 420 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 420

IDAK DI JAKTIM, KEMNAKER GAGALKAN PENGIRIMAN 11 PEKERJA MIGRAN
              ILEGAL
              Kementerian  Ketenagakerjaan  berhasil  menggagalkan  pengiriman  11  Calon  Pekerja  Migran
              Indonesia  (CPMI)  non  prosedural  yang  direkrut  dan  akan  diberangkatkan  oleh  orang
              perseorangan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Timur Tengah. Hal itu terjadi
              saat  Tim  Satgas  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (Satgas  PPMI)  dari  Direktorat  Bina
              Penempatan  dan  Pelindungan  Migran  Indonesia  dan  Pengawas  Ketenagakerjaan,  Kemnaker
              melakukan Inspeksi Mendadak pada Kamis (17/6) di daerah Halim Perdanakusuma, Makassar,
              Jakarta Timur.

              Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono menjelaskan, 11 CPMI yang akan dikirimkan ke
              Timur  Tengah  ini  dijanjikan  pekerjaan  dengan  upah  yang  tinggi  dan  kemudahan  dalam
              mengurusi prosesnya. Atas kejadian tersebut, Dirjen Suhartono mengimbau masyarakat untuk
              berhati-hati dan waspada jika ada pihak-pihak yang merayu untuk bekerja ke luar negeri dengan
              mudah, apalagi untuk bekerja ke luar negeri sebagai PLRT di negara Timur Tengah.

              "Pastikan  bahwa  informasi  penempatan  PMI  ke  luar  negeri  didapatkan  atau  diklarifikasi
              sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi
              atau  Kabupaten/Kota  setempat.  Para  pencari  kerja  juga  dapat  mengakses  karir  hub  melalui
              aplikasi  Sisnaker  yang  tersedia  pada  smartphone  android  untuk  mencari  segala  informasi
              ketenagakerjaan," kata Dirjen Suhartono.
              Koordinator  PPMI,  Direktorat  Bina  Penempatan  dan  Pelindungan  Migran  Indonesia,  Ridho
              Amrullah mengemukakan, Sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat
              bahwa terdapat CPMI yang akan di berangkatkan ke Timur Tengah.

              Kemnaker  Gagalkan  Pengiriman  11  Pekerja  Migran  Ilegal(c)2021  "Kami  mendapat  informasi
              bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan Uni Emirat Arab yang ditampung pada dua
              kamar kos berlantai dua," Ridho.

              Ridho mengatakan, 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang
              dipersyaratkan,  sehingga  membuat  pelindungan  terhadap  mereka  menjadi  rentan.  11  CPMI
              tersebut  berasal  dari  berbagai  daerah,  yaitu,  Bangka  Belitung,  Madiun,  Pandeglang,  Musi
              Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung, Purbalingga, dan
              Cilegon.
              Menurut  Ridho,  rencana  pengiriman  CPMI  ke  luar  negeri  ini  melanggar  Keputusan  Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian Dan Pelarangan Penempatan
              Tenaga  Kerja  Indonesia  Pada  Pengguna  Perseorangan  Di  Negara-Negara  Kawasan  Timur
              Tengah.

              "Pelanggaran  juga  diduga  terjadi  terhadap  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang
              Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia,  di  mana  pemerintah  melarang  pengiriman  PMI  ke
              kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga," kata Ridho.
              Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal(c)2021 Plt. Direktur Bina Penempatan
              dan  Pelindungan  Migran  Indonesia,  Yuli  Adiratna  menyatakan  pihaknya  bersama  Pengawas
              Ketenagakerjaan dan kepolisian akan mendalami adanya indikasi tindak pidana pada kasus ini.
              Kemnaker juga akan bersikap tegas kepada perusahaan penempatan PMI yang terlibat dalam
              kasus ini. "Selanjutnya, penanganan para calon pekerja migran tersebut akan dikoordinasikan
              dengan Kepolisian RI agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut," kata Yuli.

              [hhw].


                                                           419
   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425