Page 467 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 467

INI ATURAN BARU SOAL CUTI ASN

              Jakarta: Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang mengajukan cuti kerja yang berdekatan dengan
              hari  libur  nasional  2021,  sesuai  instruksi  Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi
              Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

              "ASN itu sesuai ketentuan mempunyai hak cuti perorangan, tetapi kami putuskan bahwa demi
              kemaslahatan  dalam  konteks  pandemi  COVID-19,  bahwa  hak  cuti  ASN  itu  untuk  sementara
              ditiadakan," kata Tjahjo dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau di Jakarta, Jumat
              (18/6/2021).

              Peniadaan hak cuti kerja yang dimaksud, adalah larangan bagi ASN menjalani cuti kerja berturut-
              turut dengan memanfaatkan momentum hari libur nasional.

              "Yang dimaksud ditiadakan, jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan libur.
              Terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin, ini dilarang cari cuti hari lain saja," jelasnya.

              Tjahjo mengatakan pemerintah telah menghilangkan istilah cuti bersama pada 2021 agar ASN
              dapat berkonsentrasi untuk kesehatan masyarakat.

              "Sebagaimana  arahan  Presiden  bahwa  semua  untuk  menjaga  kesehatan  masyarakat  dari
              pandemi COVID-19," tuturnya.

              Sistem kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), kata Tjahjo, masih merujuk kepada Surat Edaran
              (SE) Nomor 67 Tahun 2020 yang mengatur sistem kerja ASN di masa normal baru.

              "Bahwa surat edaran Menpan RB Nomor 67/2020 masih berlaku. Tidak ada istilah kantor itu
              tutup atau lockdown karena pelayanan masyarakat harus tetap jalan," ungkapnya.

              Tjahjo menambahkan masing-masing kementerian lembaga dan pemerintah perlu patuh pada
              ketentuan zona merah di wilayah setempat sesuai keputusan Satgas Penanganan COVID-19.

              Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan pengubahan hari libur nasional dan cuti bersama
              2021  yang  tertuang  dalam  Surat  Keputusan  Bersama  (SKB)  Menteri  Agama,  Menteri
              Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 712
              Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Tentang Hari libur Nasional
              dan Cuti Bersama 2021.
              Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Hari Libur Nasional
              dan Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan
              Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut
              Cholil Qoumas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo.

              Libur  Tahun  Baru  Islam  1443  Hijriah/2021  Masehi  yang  jatuh  pada  Selasa  (10/7)  digeser
              waktunya menjadi Rabu (11/7). Untuk libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2021 yang semula
              berlangsung pada Selasa (19/10) digeser menjadi Rabu (22/10).
              Sedangkan libur cuti bersama Natal 2021 pada Jumat (24/12), kata Muhadjir, ditiadakan dengan
              pertimbangan yang sama, yakni untuk menghindarkan dari adanya libur panjang.

              Menko PMK Muhadjir menambahkan bahwa keputusan pemerintah untuk mengubah hari libur
              nasional dan menghapus Cuti Bersama Hari Natal 2021 didasarkan pada pertimbangan untuk
              menghindarkan kemungkinan berkumpulnya masyarakat pada waktu tertentu.

              "Yang perlu diperhatikan adalah bahwa penetapan hari libur keagamaan yang diubah adalah
              yang tidak ada ritual ibadahnya," katanya.

                                                           466
   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472