Page 593 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 593

Walaupun begitu ada juga pekerjaan yang berkelanjutan setiap hari namun pekerjanya berstatus
              PHL.  Ada  pun  jenis  pekerjaan  yang  dilakukan  oleh  pekerja  harian  lepas  adalah  memetik,
              perawatan, pemupukan, penyemportan insektisida, pembrondol, dan lain-lain.

              Hubungan kerja para PHL tersebut juga kerap kali diserahkan ke perusahaan alih daya sehingga
              hubungan kerja semakin tidak pasti dan ini pintu masuk lebih banyaknya pelanggaran hak-hak
              normatif PHL.

              Demikian juga dengan hak atas keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan jaminan sosial. Dalam
              melaksanakan  pekerjaannya  di  kebun,  PHL  tidak  dilindungi  oleh  alat  pelindung  diri  yang
              memadai.

              Lalu masih banyak PHL yang tidak didaftarkan kelima program jaminan sosial yaitu program
              Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm),
              Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

              Berdasarkan data di tahun 2019 dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJamsostek) dari
              seluruh pekerja di sektor perkebunan, jumlah pekerja yang mengikuti dua program BPJamsostek
              yaitu JKK dan JKm sebanyak 1.383.099 orang, yang mengikuti tiga program (JKK, JKm dan JHT)
              sebanyak 303.061 orang, dan yang ikut 4 program (JKK,JKm, JHT, dan JP) sebanyak 289.968
              orang.
              Dari data ini tersebut bila dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang bekerja di perkebunan
              kelapa sawit yang telah disebutkan Menaker Ida Fauziyah yaitu sebanyak 4.425.647 pekerja,
              maka yang dapat 2 program hanya 31,25 persen, yang dapat tiga program hanya 6,84 persen,
              dan yang dapat 4 program sebanyak 6,55 persen.

              Menurut  Timboel,  untuk  kepesertaan  di  JKN,  banyak  PHL  yang  didaftarkan  ke  program  JKN
              sebagai  peserta  Penerima  Bantuan  Iuran  (PBI)  yang  iurannya  dibayarkan  pemerintah,  dan
              pekerja mandiri yang iurannya dibayar oleh PHL sendiri.
              Seharusnya status kepesertaan PHL di JKN adalah pekerja penerima upah (PPU) badan usaha
              swasta. "Ini pelanggaran terhadap Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan
              Kesehatan," kata dia.

              Timboel mengatakan, tentunya data di atas menggambarkan bahwa masih sangat sedikit pekerja
              perkebunan sawit yang dilindungi jaminan sosial ketenagakerjaan secara utuh, dan pekerja yang
              sudah didaftarkan tersebut cenderung adalah pekerja di kantor perkebunan, sementara PHL di
              lokasi perkebunan sedikit yang didaftarkan, apalagi didaftrakan untuk 4 program.

              Mengingat kondisi kerja PHL tersebut maka seharusnya Menaker Ida Fauziyah secara proaktif
              memerintahkan mediator dan pengawas ketenagakerjaan melakukan edukasi dan pengawasan
              serta penegakkan hukum sehingga PHL memperoleh hak-hak normatifnya.

              "Dan  peran  mediator  dan  pengawasan  ketenagakerjaan  yang  baik  akan  mendukung  secara
              signifikan membaiknya hubungan industrial di sektor perkebunan," kata dia.

              Merujuk pada data Kementerian Pertanian (2019), jumlah petani yang terlibat di perkebunan
              kelapa sawit sebanyak 2.673.810 orang dan jumlah tenaga kerja yang bekerja di perkebunan
              kelapa sawit sebanyak 4.425.647 pekerja.

              Menurut Ida Fauziyah, banyaknya pekerja yang ada dalam industri ini perlu mendapat perhatian
              dari Gapki agar hubungan industrial terjaga dengan baik, mengingat Hubungan industrial yang
              harmonis itu sangat penting.



                                                           592
   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598