Page 688 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 688

Perum  Damri  menuai  perhatian  publik  setelah  serikat  pekerja  transportasi  menuding  BUMN
              tersebut lalai mensejahterakan pekerjanya.
              Damri dituding tidak membayar upah sesuai ketentuan upah minimum, lalu tidak membayarkan
              THR sesuai jumlah yang seharusnya dan memutasi pegawai berdasarkan alasan ketidaksukaan.

              Menanggapi  hal  ini,  Damri  menegaskan  penundaan  pembayaran  upah  dan  THR  memang
              diakibatkan  dampak  Covid-19.  Namun,  bukan  berarti  upah  dan  THR  tersebut  tidak  akan
              dibayarkan setelah kondisi membaik.

              Manajemen  Damri  juga  memastikan  telah  berbicara  dengan  serikat  pekerja  perihal  mutasi
              pegawai yang diduga berlandaskan ketidaksukaan.

              Nantinya, serikat pekerja akan meminta Komisi IX DPR untuk membentuk Panja atau Pansus
              khusus untuk Damri untuk mengakomodasi kepentingan pekerja Damri.
              3. PLN

              PLN tercatat memiliki utang hingga Rp 500 triliun demi pembiayaan proyek kelistrikan 35 ribu
              MW Utang ini terjadi 5 tahun terakhir, dimana setiap tahun, perusahaan tercatat berutang Rp
              100 triliun.

              Pandemi ini nampaknya menambah beban perseroan karena stimulus dan diskon listrik yang
              digelontorkan  untuk  membantu  masyarakat  di  tengah  pandemi  turut  mempengaruhi  kinerja
              operasional perusahaan.

              Ditambah lagi, serikat pekerja menuding PLN tidak membayar THR sesuai aturan, terutama bagi
              pegawai outsourcing. Kendati, PLN menegaskan masalah pembayaran THR merupakan ranah
              hubungan industrial antara pekerja vendor dengan perusahaan pekerja







































                                                           687
   683   684   685   686   687   688   689   690   691   692   693