Page 685 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 685
Judul Corona di Jakarta Makin Ngeri, Pegawai Kemnaker 25% WFH
Nama Media detik.com
Newstrend PPKM Skala Mikro
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5610969/corona-di-
jakarta-makin-ngeri-pegawai-kemnaker-25-wfh
Jurnalis Aulia Damayanti
Tanggal 2021-06-18 12:41:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kemenaker) Kami masih menerapkan sebagian
WFH. Sampai saat ini kisaran 25%. Sesuai kondisi dari unit masing-masing. Namun kalau ada
satu unit yg terkena, segera kita lakukan swab semua dan kita sterilisasi ruangan, didisinfectan
positive - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kemenaker) Kami sementara menunggu arahan
KemenPan dan RB untuk melakukan WFH
negative - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kemenaker) Ada dan terus kita pantau, dari jumlah
fluktuatif, hingga saat ini masih dalam kendali. Namun terus kita awasi, terutama akhir-akhir ini
neutral - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kemenaker) Kami tidak mengusulkan, namun kalau
keputusan kita akan mendukung
positive - Tjahjo Kumolo (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Indonesia) Ada usulan (lockdown) beberapa kementerian, lembaga, instansi karena staf positif
di kantor meningkat. Walau yang positif bawaan dari luar (mungkin keluarga/lingkungan di mana
bergaul)
positive - Tjahjo Kumolo (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Indonesia) Tapi Kemenpan-RB untuk kerja di kantor dan di rumah menyerahkan semuanya
kepada pimpinan K/L melihat situasi dan kondisi yang ada di K/L/Instansi dan Pemda masing-
masing. Pan-RB menunggu saja apa yg jadi keputusan serta bagaimana ke depan tetapi yg
penting ASN harus tetap produktif harus tetap sehat
Ringkasan
Kasus Corona (COVID-19) di Jakarta tengah melonjak. Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemnaker) sendiri telah menerapkan 25% pegawainya untuk bekerja dari rumah atau work
from home (WFH). "Kami masih menerapkan sebagian WFH. Sampai saat ini kisaran 25%. Sesuai
kondisi dari unit masing-masing. Namun kalau ada satu unit yg terkena, segera kita lakukan
684

