Page 727 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 727

Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan hak-hak para pemohon gugatan uji formil
              UU Cipta Kerja tidak terhalang-halangi dengan adanya UU Cipta Kerja.
              Ia menilai UU Cipta Kerja justru akan menyerap tenaga kerja Indonesia secara lebih luas di
              tengah persaingan yang semakin kompetitif.

              Serta, dalam kondisi adanya tuntutan globalisasi ekonomi dan meningkatkan perlindungan dan
              kesejahteraan pekerja.

              "Sehingga  hak-hak  konstitusional  para  pemohon  sama  sekali  tidak  dikurangi,  dihilangkan,
              dibatasi, dipersulit, maupun dirugikan oleh karenanya berlaku Undang-Undang Cipta Kerja," ucap
              dia.

              Jangka waktu sudah ideal Sementara itu, sebagai perwakilan DPR Anggota Komisi III DPR Arteria
              Dahlan mengatakan jangka waktu pembahasan UU Cipta Kerja sudah sesuai dengan ketentuan
              Peraturan DPR Nomor 2 Tahun 2020.

              "Dari sisi jangka waktu, pembahasan RUU Cipta kerja sudah sesuai dengan Pasal 97 Ayat 1
              Peraturan DPR Nomor 2 Tahun 2020," kata Arteria dalam sidang yang disiarkan secara daring.

              Arteria menjelaskan, pembahasan rancangan UU Cipta Kerja dilakukan dari sejak Februari hingga
              Oktober 2020 atau selama delapan bulan.

              Menurut dia, angka tersebut sudah memenuhi waktu tiga kali masa sidang sesuai dengan apa
              yang ditentukan dalam peraturan DPR.

              "Selama delapan bulan, tersebut bukanlah masa yang singkat dalam membahas undang-undang
              yang kompleks seperti undang-undang a quo," ujarnya.

              Politikus PDI Perjuangan (PDI-P) ini juga mengatakan, selama masa pembahasan itu juga telah
              dilakukan berbagai rapat dengar pendapat dengan berbagai unsur masyarakat.

              Maka dari itu, ia menilai pembahasan UU Cipta Kerja tidak tergesa-gesa seperti anggapan para
              pemohon dalam permohonan uji formil.


              Sebagai  informasi,  MK  memisahkan  pemeriksaan  perkara  UU  Cipta  Kerja  antara  formil  dan
              materi.

              Kali ini MK memfokuskan dulu pengujian terkait perkara formil dan akan diputus dalam waktu
              60 hari kerja terhitung sejak 17 Juni 2021.

              Perubahan naskah Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Hakim Konstitusi Saldi Isra
              meminta  pemerintah  untuk  memberikan  penjelasan  mengenai  munculnya  berbagai  naskah
              Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dengan berbagai versi halaman.

              "Tolong  pemerintah  memberikan  klarifikasi  terhadap  perbedaan-perbedaan  naskah  ini.  Kami
              hanya ingin tahu perubahan-berubahan apakah yang terjadi dari satu naskah ke naskah yang
              lain," kata Saldi.

              Menurut Saldi ada beberapa versi halaman naskah RUU Cipta Kerja yang beredar yakni naskah
              versi 905 halaman, yang disetujui dalam sidang paripurna tanggal 5 Oktober 2020.

              Kemudian naskah versi 1.028 halaman yang diunggah di laman DPR, naskah versi 1.035 halaman
              yang muncul lada 12 Oktober siang.





                                                           726
   722   723   724   725   726   727   728   729   730   731   732