Page 728 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 728

Selain itu, ada naskah versi 812 halaman yang muncul pada 12 Oktober malam dan ada naskah
              1.187 halaman yang muncul pada 21 Oktober 2020.
              Saldi mengatakan, ada juga pernyataan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno
              yang  menyatakan  setelah  menerima  naskah  dari  DPR,  setelah  persetujuan  bersama  telah
              dilakukan beberapa perbaikan teknis.

              Oleh karena itu Mahkamah ingin tahu bentuk perbaikan teknis yang dilakukan setelah naskah itu
              sampai ke tangan pemerintah.

              "Sehingga kami bisa membandingkan naskah yang disetujui bersama, kemudian naskah yang
              direvisi  secara  teknis  oleh  Sekretariat  Jenderal  DPR,  naskah  yang  disampaikan  dari  DPR  ke
              pemerintah,  kemudian  naskah  yang  diperbaiki  secara  teknis  oleh  Kementerian  Sekretaris
              Negara," ujar Saldi Isra.

              Selain itu, Saldi juga meminta DPR untuk memberikan penjelasan tentang adanya perubahan
              teknis dalam draf RUU Cipta Kerja setelah disetujui bersama menjadi UU.

              Sebab,  kata  Saldi,  pernyataan  dari  Sekretaris  Jenderal  DPR  Indra  Iskandar  menyebut  ada
              perubahan teknis dalam UU Cipta Kerja setelah disetujui bersama.

              "Tolong  kami  Mahkamah  juga  diberi  bukti  apa  yang  ketika  dipersetujui  bersama  itu  dan
              perubahan-perubahan teknis apa saja yang dilakukan," ucapnya.

              "Sehingga kami bisa melihat apakah yang terjadi perubahan teknis atau perubahan substansi,"
              ucap dia.

              Pembelaan  DPR  dan  perwakilan  Presiden  Merespons  pertanyaan  tersebut,  Arteria  Dahlan
              menegaskan,  perubahan  naskah  Rancangan  Undang-Undang  Cipta  Kerja  setelah  disetujui
              menjadi undang-undang hanya sebatas redaksional.

              "Ini hanya masalah kesalahan redaksi. Masalah typo, masalah kesalahan referensi atau rujukan,"
              kata Arteria.

              Arteria mengklaim, dalam proses tim perumus (Timus) dan tim sinkronisasi (Timsin) sudah tidak
              ada lagi masalah substansi.

              Oleh karena itu, ia menegaskan, revisi yang dilakukan hanya sebatas kesalahan redaksional dan
              referensi "Enggak ada maksudnya kita mengubah yang sudah ditetapkan. Timus, timsin pun juga
              dilakukan secara terbuka. Dan kita paparkan dan pertanggungjawabkan hari per hari kepada
              fraksi masing-masing," ujar dia.

              Sementara itu, Airlangga mengaku belum dapat memberikan jawaban.

              Pemerintah akan melengkapi semua pertanyaan Hakim Konstitusi, termasuk Saldi Isra, secara
              tertulis.

              "Diharapkan  ini  dapat  melengkapi  dan  juga  menjawab  apa  yang  dimintakan  oleh  pemohon
              termasuk dengan kelengapan bukti-buktinya," kata Airlangga.










                                                           727
   723   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733