Page 100 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 100

DIRUT BUKIT ASAM TIDAK RAGU PHK KARYAWAN YANG MENOLAK DIVAKSIN

              Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk Suryo Eko Hadianto mengatakan vaksinasi menjadi
              hal penting dalam menjaga operasional perusahaan.

              Pihaknya bahkan tidak ragu memberikan sanksi bagi karyawan yang menolak untuk divaksin.

              "Kami cukup keras memberi punishment PHK kalau ada karyawan menolak divaksin. Jawaban
              dari mereka cukup sulit karena persoalan keyakinan.

              Kami gunakan pendekatan spiritual, ujungnya tidak ada satupun yang tidak mau divaksin," tutur
              Suryo dalam wawancara dengan Tribun, Rabu (11/8/2021).

              Ia enggan merinci jumlah karyawan yang menolak divaksin, namun melalui komunikasi akhirnya
              karyawan tersebut menerima. "Karena tujuan kami buat aturan yang keras untuk membawa
              mereka selamat," lanjutnya.

              Suryo menegaskan bahwa vaksin tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi bentuk tanggung
              jawab sosial kepada mitra kita dan SGDs kegiatan bisnis perusahaan. "Saya kebayang kalau ada
              yang tidak mau divaksin maka kegiatan tambang kita berpotensi ditutup. Mau menambang di
              mana lagi kita," tukasnya.

              Ia menceritakan perusahaan tambang yang satu grup di MIND ID yaitu Freeport sempat ditutup
              operasional tambangnya akibat salah satu karyawan terkena Covid-19.

              Sebagai  pemimpin  di  Bukit Asam,  Suryo mengaku  tidak  ingin hal itu terjadi  karena masalah
              ketidakpatuhan.

              "Kami sepakat jangan sampai tambang Bukit Asam ditutup karena kasus Covid-19. Ini dilakukan
              secara masif dalam upaya menjaga protokol kesehatan. Kita biasa lingkungan kerja yang keras.
              Yang saya salut teman-teman mau diajak untuk patuh prokes," pungkasnya. Ia menegaskan
              Bukit Asam betul-betul ketat menerapkan protokol kesehatan karena hal itu menjadi kesadaran
              komunal.



































                                                           99
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105