Page 104 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 104

Irsyad membeberkan ada dua fakta penting yang mendasari keputusan perusahaan. Pertama,
              tidak  ada  perintah  pengadilan  hubungan  industrial  kepada  Indosat  Ooredoo  untuk  terus
              membayar upah selama proses kasasi.

              Kedua, kewajiban bagi pengusaha dan pekerja terbatas sampai dengan selesainya perselisihan
              sesuai  tingkatannya,  yakni  bipartit  atau  mediasi,  atau  pengadilan  hubungan  industrial.  Oleh
              karena itu, pekerja tidak lagi memiliki kewajiban untuk bekerja dan Pengusaha juga tidak lagi
              memiliki kewajiban untuk membayar upah.

              Proses  PHK  yang  dilakukan  Indosat  juga  sudah  sesuai  dengan  UU  No.13/2003  tentang
              Ketenagakerjaan jo UU No.2/2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan
              pelaksanaannya berjalan lancar. Prosesnya, Indosat Ooredoo telah melakukan reorganisasi yang
              dikomunikasikan kepada seluruh karyawan pada 14 Februari 2020.

              Dari pemberitahuan yang disampaikan kepada 677 karyawan, sebanyak 625 karyawan (atau 92
              persen) menerima rencana PHK akibat reorganisasi dan hanya 52 orang (atau 8 persen) yang
              menolak rencana PHK tersebut.

              Irsyad menyebutkan, tidak benar tuduhan bahwa Indosat Ooredoo menggiring, menyudutkan,
              menjebak,  mengintimidasi  dan  tidak  memberikan  kesempatan  karyawan  dalam  mengambil
              keputusan.

              "Fakta yang benar adalah Indosat Ooredoo memberikan waktu selama 7 hari (14-21 Februari
              2020) bagi karyawan untuk bermusyawarah dengan keluarga dalam pengambilan keputusan,"
              tutur Irsyad.

              Adapun bagi yang menyatakan menolak saat itu, Indosat menghormati keputusan mereka untuk
              selanjutnya  berproses  sesuai  dengan  ketentuan  dalam  UU  No.2/2004  yakni  melakukan
              perundingan, bipartit, mediasi dan persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial.

              Pengaduan dugaan PHK massal secara sewenang-wenang tersebut, kata Irsyad, diyakini oleh
              manajemen hanya dilakukan oleh sebagian kecil dari mereka yang pernah menjadi karyawan
              dan mengalami dari dampak perubahan organisasi. "Sehingga tidak mewakili seluruh karyawan
              Indosat Ooredoo."

              Indosat Ooredoo sebelumnya menyebutkan perubahan organisasi dengan tujuan menjadikan
              bisnis  lebih  lincah  dilakukan  agar  lebih  fokus  kepada  pelanggan  dan  lebih  dekat  dengan
              kebutuhan pasar. Perubahan ini merupakan bagian dari rencana bisnis yang telah dipersiapkan
              sejak lama dan merupakan bagian dari kelanjutan implementasi strategi 3 tahun perusahaan.

              Adapun serikat pekerja Indosat sebelumnya meminta bantuan Komisi Nasional (Komnas) HAM
              untuk mengaudiensi kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan PT Indosat Tbk. (ISAT).
              Komnas  HAM  pun  meminta  keterlibatan  Kementerian  Ketenagakerjaan.  Komnas  HAM
              mengirimkan  surat  yang  ditujukan  kepada  Direktur  Jenderal  Pembinaan  dan  Pengawasan
              Ketenagakerjaan dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker).

              Dalam surat tertanggal 2 Agustus 2021 itu, Komnas HAM meminta agar Kemnaker memberikan
              keterangan dan informasi berkenaan dengan permasalahan perburuhan yang ada di PT Indosat
              Tbk paling lambat 30 hari kerja sejak diterimanya surat ini. Dalam suratnya, Komnas HAM juga
              menegaskan bahwa hak untuk tidak di PHK sewenang-wenang dan mendapatkan pemenuhan
              hak-haknya telah diatur dalam Pasal 38 UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Pasal 28D Ayat
              (2) UUD 1945.





                                                           103
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109