Page 128 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 128

Data calon penerima bantuan upah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan
              sesuai kriteria dan persyaratan yang ditentukan.
              Proses  penyaluran  bantuan  pemerintah  berupa  subsidi  upah  oleh  bank  penyalur  dilakukan
              dengan  pemindahbukuan  dana  dari  bank  penyalur  kepada  rekening  penerima  bantuan
              pemerintah  melalui  bank-bank  BUMN  yang  terhimpun  dalam  Himbara  (Himpunan  Bank  Milik
              Negara).

              Mekanisme penyaluran BSU diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp 500.000 per bulan untuk
              dua bulan yang akan dibayarkan sekaligus. Artinya satu kali pencairan, pekerja akan menerima
              uang subsidi sebesar Rp 1 juta.

              12. Bagaimana teknis penyalurannya bagi yang tidak memiliki rekening bank himbara? Kemnaker
              akan membuatkan rekening baru bagi penerima BSU yang tidak memiliki rekening bank himbara.

              Penerima  bantuan  tinggal  datang  ke  bank  yang  dituju  untuk  mengaktifkan  rekening  dan
              mengambil dana tunai yang sudah didaftarkan.

              13. Bagaimana jika perusahaan tidak membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan selama 3 bulan?
              Pekerja tetap mendapatkan BSU sepanjang perusahaan tidak menonaktifkan kepesertaan BPJS
              Ketenagakerjaan. Sehingga peserta diminta  untuk mengecek kembali  ke perusahaan apakah
              sudah diusulkan ke BPJS Ketenagakerjaan setempat.

              14. Apa langkah Kemnaker bagi perusahaan yang belum melengkapi nomor rekening pekerjaan
              untuk mendapatkan BSU? Penerima BSU didasarkan pada data yang diberikan oleh perusahaan
              kepada BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

              Kemnaker  bekerja  sama  dengan  bank  himbara  untuk  membuka  rekening  kolektif  khusus
              penyaluran BSU.
              (Sumber: Kompas.com/Retia Kartika Dewi, Rully R. Ramli | Editor: Erlangga Djumena).






































                                                           127
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133