Page 125 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 125
dua bulan, yang akan diberikan sekaligus sebesar Rp 1 juta kepada pekerja atau buruh yang
memenuhi persyaratan.
Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menuturkan,
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) diharapkan segera
mempercepat pencairannya. Penyaluran tersebut akan mendukung daya beli pekerja dan
keluarganya. Diketahui BPJS Ketenagakerjaan sudah menyerahkan sebanyak 1 juta data kepada
Kemnaker beberapa waktu lalu.
Maka, Timboel menyebut tahap selanjutnya diharapkan data yang diverifikasi dapat lebih banyak
lagi, sehingga penyaluran dapat segera mencapai target yang dicanangkan. "Saya berharap
proses verifikasi bisa lebih cepat sehingga di Agustus ini seluruh target BSU segera tereksekusi
ke pekerja penerima BSU," kata Timboel, Rabu (11/8).
Timboel menyebut jika mengacu pada pelaksanaan BSU tahun lalu, penyaluran tahun ini dinilai
agak lambat. Dimana dengan jumlah penerima yang berkurang daripada tahun lalu, harusnya
proses verifikasi dapat lebih cepat. "Saya menilai keterlambatan akan ada di proses pembuatan
rekening Himbara, dan verifikasi di Kemnaker. Seharusnya Kemnaker tidak melakukan verifikasi
yang lama lagi karena data sudah ada dari BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.
Verifikasi data dimulai di BPJS Ketenagakerjaan yang akan mensortir data berdasarkan
persyaratan yang telah ditetapkan baru kemudian diserahkan kepada Kemnaker. Bagi peserta
calon penerima BSU yang belum memiliki rekening bank Himbara, nantinya akan dibuatkan
rekening di bank Himbara.
"Tentunya pasca dibuatkan rekening Bank Himbara, BPJS Ketenagakerjaan segera
menginformasikan kepada peserta tentang rekening bank Himbara-nya beserta nomor
rekeningnya serta tenggat waktu pencairannya. Tentunya pemberitahuan ini tidak hanya sekali
tetapi dua atau tiga kali bila belum juga diambil oleh pekerja. Pemberitahuan dilakukan ke
pekerja langsung via no HP dan via Perusahaan," imbuhnya.
124

