Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 127
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyampaikan secara simbolis beasiswa kepada anak
ahli waris peserta dan mengucap syukur atas implementasi Permenaker Nomor 5 Tahun 2021
yang bertepatan di bulan Ramadan sekaligus memperingati Hari Kartini. Menurut Ida Fauziyah,
Permenaker Nomor 5 Tahun 2021 ini sangat dinantikan kehadirannya karena merupakan
penggabungan dari tiga Permenaker dan 1 Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker)
yang sebelumnya mengatur mekanisme pemberian manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
MENAKER SERAHKAN LANGSUNG MANFAAT BEASISWA KEPADA ANAK AHLI WARIS
PESERTA BPJAMSOSTEK
Jakarta, Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam memajukan bangsa dan
mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.
Namun berbeda dengan anak-anak yang kurang beruntung dan menemui kesulitan dalam
meneruskan pendidikan.
Bagi ahli waris peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek)
anak dari pekerja yang meninggal dunia atau cacat total tetap akan mendapatkan bantuan
beasiswa.
Hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan
Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).
Pembayaran beasiswa ini akhirnya dapat ditunaikan setelah aturan turunan dari PP Nomor 82
Tahun 2019 telah rilis.
Adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata
Cara Penyelenggaraan Program JKK, JKm dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang efektif berlaku pada
1 April 2021 yang mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT yang
salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris pekerja.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyampaikan secara simbolis beasiswa kepada anak
ahli waris peserta dan mengucap syukur atas implementasi Permenaker Nomor 5 Tahun 2021
yang bertepatan di bulan Ramadan sekaligus memperingati Hari Kartini.
Menurut Ida Fauziyah, Permenaker Nomor 5 Tahun 2021 ini sangat dinantikan kehadirannya
karena merupakan penggabungan dari tiga Permenaker dan 1 Keputusan Menteri
Ketenagakerjaan (Kepmenaker) yang sebelumnya mengatur mekanisme pemberian manfaat
jaminan sosial ketenagakerjaan.
Adapun regulasi yang dimaksud oleh Ida adalah Permenaker Nomor 26 tahun 2015, Permenaker
Nomor 21 tahun 2017 sebagai perubahan dari Permenaker Nomor 1 Tahun 2016, dan
Permenaker Nomor 44 Tahun 2015 serta Kepmenaker Nomor 609 tahun 2012.
"Dengan berlakunya Permenaker Nomor 5 tahun 2021 ini, maka beberapa regulasi yang
disebutkan sebelumnya dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi," tegas Ida.
126

